Berita Pangkalpinang

Pemprov Babel Bakal Bentangkan Bendera 78x23 Meter di Momen Hari Lahir Pancasila 2023

Suganda mengemukakan, ukuran bendera 73 meter x 23 meter itu ada maknanya, yakni 78 tahun Indonesia Merdeka dan 23 tahun adalah usia Provinsi Babel.

Penulis: Ajie Gusti Prabowo | Editor: Novita
DISKOMINFO PROVINSI BABEL
HALALBIHALAL - Penjabat Gubernur Babel Suganda Pandapotan Pasaribu menghadiri halalbihalal BPD Hipmi Babel di Fox Harris Hotel, Pangkalpinang, Minggu (14/5/2023) sore. Pemprov Babel akan membentangkan bendera merah putih sepanjang 78 meter dengan lebar 23 meter pada momentum peringatan Hari Lahir Pancasila (Harlah) 2023. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Sebuah bendera merah putih raksasa akan dibentangkan di Jembatan Emas, Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. tepat pada peringatan Hari Lahir Pancasila 2023, Kamis (1/6/2023).

Bendera merah putih yang akan dibentangkan tersebut berukuran 78 meter x 23 meter.

Penjabat Gubernur Bangka Belitung (Pj Gubernur Babel) Suganda Pandapotan Pasaribu rencananya akan menjadi inspektur pada upacara bendera tersebut.

Diikuti oleh seluruh ASN pemprov, forkopimda, siswa SMA, SMK, dan organisasi masyarakat.

Bendera akan dibentangkan para pegawai pemprov dengan mengenakan baju adat melayu.

Suganda mengemukakan, ukuran bendera 73 meter x 23 meter itu ada maknanya, yakni 78 tahun Indonesia Merdeka dan 23 tahun adalah usia Provinsi Babel.

"Mari kita ikuti serangkaian kegiatan peringatan Hari Pancasila. Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global," kata Suganda.

Sekjen Ombudsman RI Bangka Belitung itu sempat menyampaikan makna Pancasila bagi dirinya di akun sosial media Instagramnya.

"Pancasila lahir menjadi simbol negara Indonesia sebagai perwujudan dari keberagaman yang ada," tulisnya.

Tak hanya membentangkan bendera raksasa, pada momentum Harlah 2023, pemprov juga akan membagikan bendera merah putih kepada masyarakat, pembacaan puisi dan senam bedincak.

Dosen Stisipol Pahlawan 12, Bambang Ari Satria menilai seremonial yang dilaksanakan merupakan upaya untuk meneguhkan dan memancarkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme.

"Yang paling penting adalah meneguhkan Pancasila sebagai ideologi negara dan memancarkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan masyarakat," ujar Bambang.

Ia mengakui, nilai nasionalisme merupakan jiwa bangsa yang harus terus melekat pada warga negara. Rasa nasionalisme yang tinggi dapat menjadi tali pengikat antara bangsa dan warga negaranya.

"Pengaruh era globalisasi sangat rentan terhadap penurunan rasa nasionalisme. Rasa nasionalisme semakin rendah terlihat ketika banyak warga serta pelajar yang lebih membanggakan budaya bangsa lain dan acuh terhadap kekayaan bangsanya sendiri," tuturnya.

Rasa nasionalisme merupakan bagian penting yang seharusnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved