Berita Bangka Tengah
Produk Lempah Kuning Kaleng Bangka Tengah Belum Dijual di Pasaran
Dinas Perikanan Bangka Tengah mempunyai dua produk lempah kuning dalam kaleng, yakni produk dari bahan ikan tenggiri dan ikan manyung.
Penulis: Arya Bima Mahendra |
POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Keunikan produk lempah kuning dalam kaleng yang digagas oleh Dinas Perikanan Bangka Tengah sayangnya belum bisa dinikmati oleh masyarakat luas.
Pasalnya, ada beberapa kendala yang dihadapi berkaitan dengan proses produksi terhadap makanan khas Bangka Belitung tersebut.
Dinas Perikanan Bangka Tengah mempunyai dua produk lempah kuning dalam kaleng, yakni produk dari bahan ikan tenggiri dan ikan manyung.
Kedua produk itu dikemas ke dalam kaleng dengan total berat bersih 200 gram dan ada varian original dan pedas.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Dinas Perikanan Bangka Tengah, Atika Anggraini menyebutkan bahwa pada masa peluncuran dan pengenalan ke masyarakat, produk tersebut mendapatkan respon baik.
Banyak yang sudah mencobanya dan bahkan menjadikannya oleh-oleh dengan harga Rp35 ribu untuk lempah kuning kaleng dari ikan tenggiri dan Rp25 ribu untuk lempah kuning kaleng dari ikan manyung.
"Dulu itu kita produksi dan pengemasan kalengnya di Yogyakarta dan itu lumayan besar biaya produksinya," jelas Atika, Kamis (8/6/2023).
Dia berkata, dipilihnya Yogyakarta karena memang saat itu tempat pengalengan untuk skala UMKM dan balai pengujian keamanan pangannya memang ada di sana dan belum ada di Bangka Belitung.
Oleh karena itu, saat awal mula percobaan produksi, SDM untuk memasak lempah kuning itu dibawa ke sana berikut dengan bahan-bahannya yang juga dibawa dari Bangka Belitung.
"Bahan-bahannya juga kita bawa dari Bangka, karena menurut yang tukang masak itu, cita rasanya berubah kalau pakai bahan-bahan dari sana. Dari kunyit, cabai, apalagi ikannya juga pasti beda rasa dan kualitasnya," terangnya.
Dengan kondisi keterbatasan anggaran saat ini dan biaya produksi yang besar jika harus terus menerus dilakukan di Yogyakarta, maka produksi lempah kuning kaleng itupun menjadi terkendala.
Hal itulah yang kemudian menyebabkan produk tersebut belum ada di pasaran dan belum bisa dinikmati masyarakat secara luas.
Kendati demikian, Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah, Imam Soehadi menyebutkan bahwa pihaknya terus berupaya agar jangan sampai inovasi lempah kuning dalam kaleng ini putus di tengah jalan.
Salah satunya adalah dengan mendekatkan jarak dan waktu produksi dengan menggandeng pihak yang ada di Palembang, Sumatera Selatan.
"Jadi dari balai dan tempat pengalengan yang ada di Yogyakarta tersebut, kami disarankan untuk melakukan produksi di Palembang. Kualitas dan tempatnya sama-sama bagus," ungkap Imam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/0806-lempah-kuning-kaleng-2.jpg)