Pos Belitung Hari Ini

Jemaah Haji Wafat Tembus 29 Orang, Tertinggi Selama 5 Tahun Terakhir

Jemaah yang meninggal didominasi jemaah berisiko tinggi atau yang berusia rata-rata di atas 65 tahun dan memiliki komorbid.

Tayang: | Diperbarui:
net
Ilustrasi jemaah haji/kabah 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Jumlah jemaah calon haji Indonesia yang meninggal dunia di Arab Saudi terus bertambah.

Memasuki hari ke-17 operasional penyelenggaraan ibadah haji, tercatat sudah 29 orang yang meninggal.

Mereka meninggal di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), baik di Madinah maupun Makkah.

Jemaah yang meninggal didominasi jemaah berisiko tinggi atau yang berusia rata-rata di atas 65 tahun dan memiliki komorbid.

Sementara berdasarkan data Pusat Kesehatan Haji Kementerian kesehatan (Kemenkes) RI, penyebab kematian pada jemaah haji ini terbanyak dipicu Infark Miokard Akut, yakni penyakit jantung yang disebabkan karena sumbatan pada arteri koroner sebanyak 11 kasus.

Kemudian 4 kasus akibat Syok Kardiogenik atau suatu kondisi di mana jantung tidak dapat memompa darah untuk mencukupi kebutuhan tubuh.

Kondisi ini sering kali dipicu oleh serangan jantung berat. Selain itu juga ada 2 kasus Syok Septik. Sementara selebihnya tidak  disebutkan penyebabnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) angka kasus kematian jemaah ini menjadi yang tertinggi sejak lima tahun terakhir penyelenggaraan haji.

Pada 2022 lalu, jemaah haji meninggal di Tanah Suci hingga hari ke-16 operasional haji berjumlah 7 orang. Kemudian pada 2019 berjumlah 15 orang, 2018 berjumlah 24 orang, 2017 berjumlah 21 orang, dan 2016 berjumlah 27 orang.

Koordinator MCH Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat, Dodo Murtado mengatakan, jemaah haji wafat ini bertambah tiga orang dari laporan yang disampaikan Kemenag pada Kamis (8/6/2023).

"Secara keseluruhan jemaah yang wafat hingga saat ini berjumlah 29 orang. Sesuai ketentuan jemaah haji yang wafat akan dibadalhajikan," kata Dodo dalam konferensi pers secara daring, Jumat (9/6/2023).

Dodo kemudian merinci, terdapat dua jemaah haji yang meninggal dunia di Madinah, yaitu jemaah asal embarkasi Solo dan embarkasi Jakarta Pondok Gede.

Jumlah jemaah haji yang wafat di Madinah sejumlah 23 orang. Sementara di Mekkah, terdapat satu jemaah haji yang meninggal dunia asal kloter JKS 03.

"Jumlah jemaah yang wafat di Mekkah hingga saat ini sejumlah enam orang," ujar Dodo.

Berdasarkan data sistem informasi dan komputerisasi haji terpadu (Siskohat) hingga 8 Juni 2023 pukul 24.00 WIB, jumlah total kedatangan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi berjumlah 106.000 orang.

Sementara itu, jemaah haji dan petugas yang masuk asrama haji hari ini untuk selanjutnya diberangkatkan ke Tanah Suci berjumlah 8.860 orang.

Rinciannya, dari embarkasi Medan sebanyak 360 orang atau 1 kloter; embarkasi Batam 374 orang atau 1 kloter; embarkasi Padang 393 orang atau 1 kloter; embarkasi Palembang 360 orang atau 1 kloter; embarkasi Jakarta Pondok Gede 780 orang atau 2 kloter; dan embarkasi Jakarta Bekasi 850 orang atau 2 kloter.

"Lalu, embarkasi Solo 1.800 orang atau 5 kloter, Surabaya 1.750 orang atau 4 kloter, embarkasi Banjarmasin 350 orang atau 1 kloter, Lombok 393 orang atau 1 kloter, Kertajati 748 orang atau 2 kloter, dan embarkasi Makassar 786 orang atau 2 kloter," kata Dodo.

Sebelumnya Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono mengatakan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab banyaknya jemaah haji Indonesia yang meninggal duniafaktor tersebut diantara lain adalah faktor usia.

Dikatakan Dante, tahun ini jemaah haji yang sudah lanjut usia (lansia) adalah yang paling banyak dibandingkan dengan 4 tahun terakhir.

Total jemaah haji lansia bahkan mencapai 45,7 persen dari total semua jemaah haji pada tahun ini.

Jumlah jemaah haji yang sudah lansia berusia 60 tahun ke atas mencapai 66.943 dari kuota jemaah haji Indonesia tahun 2023.

Selain itu salah satu penyebab tingginya angka meninggal dunia jemaah haji tahun ini juga dipengaruhi oleh kebijakan batas usia yang diberlakukan Arab Saudi selama masa pandemi Covid-19 lalu.

Saat itu, jemaah yang diperbolehkan pergi ke Arab Saudi dibatasi maksimal berusia 65 tahun.

Sehingga jemaah haji lansia yang berusia di atas 65 tahun yang harusnya berangkat pada tahun-tahun sebelumnya itu harus menunda keberangkatannya dan kebanyakan berangkat pada tahun ini.

Penyebab lainnya yakni faktor penyakit. Disebutkan bahwa beberapa jemaah haji yang meninggal disebabkan karena beberapa penyakit. Antara lain adalah penyakit jantung, diabetes, penyakit paruparu hingga hipertensi.

Meski demikian pihaknya berharap angka meninggal dunia jemaah haji ini tidak kembali bertambah.

(kcm/tribunnews. com)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved