Festival Jeramba Sungai Padang

BREAKING NEWS: Festival Jeramba Sungai Padang, Bak Hajatan Pernikahan

Tradisi berebut lawang ini menjadi bagian dalam pembukaan Festival Jeramba Sungai Padang, Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Rabu (21/6/2023).

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Penampilan hadra yang biasa ditampilkan dalam prosesi pernikahan mengiringi pembukaan Festival Jeramba Sungai Padang, Rabu (21/6/2023). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Di tengah cuaca terik, berlatar Jeramba Sungai Padang, pengantin pria bersama rombongan dihadang sehelai kain.

Juru pantun yang mendampingi pengantin pria siap berhadapan dengan juru pantun dari tuan rumah sang pengantin wanita. Keduanya saling berbalas pantun yang mampu mengundang tawa penonton.

Tradisi berebut lawang ini menjadi bagian dalam pembukaan Festival Jeramba Sungai Padang, Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Bangka Belitung (Babel), Rabu (21/6/2023).

Setelah dibuka Bupati Belitung, H Sahani Saleh, acara pun dibalut rangkaian prosesi adat pernikahan Belitung. 

Mulai dari tradisi berebut lawang, sampai pada sepasang pengantin bertemu dan duduk di pelaminan. Dilanjutkan dengan penampilan hadra dari kelompok hadra setempat memeriahkan festival ini. 

Memang tak lengkap jika hajatan atau kondangan tanpa jamuan. Para pejabat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang lesehan di depan panggung lalu dijamu beragam kuliner lokal yang disajikan dalam dulang.

Dengan tradisi makan khas Belitung, makan bedulang ini, para tamu menikmati aneka menu olahan laut. Tak heran lantaran desa yang berada di utara Pulau Belitung ini juga terkenal akan hasil laut yang melimpah. 

Menampilkan prosesi adat pernikahan dalam festival ini, menurut Kepala Desa Sungai Padang, Sukiman, karena tahun ini event tersebut mengangkat tema melestarikan adat budaya dan warisan alam menuju perkembangan ekonomi yang berkelanjutan.

Berlangsungnya festival ini untuk mendorong terciptanya usaha yang membuka lapangan kerja baru yang mengangkat potensi yang dikembangkan masyarakat maupun potensi alam agar dapat menggerakkan perekonomian khususnya kepariwisataan.

Berlangsung selama lima hari yakni 21-25 Juni 2023, rangkaian acara disusun mulai dari kegiatan seni, lomba, dan bazar. 

"Festival ini juga sebagai rada syukur masyarakat atas dibangunnya jeramba atau jembatan penghubung sepanjang 250 meter yang memberikan banyak manfaat. Selain pintu masuk Belitung Timur, juga mempermudah aktivitas masyarakat di sektor pertanian, perkebunan, dan pengaruh terhadap sektor pariwisata," katanya.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved