Peringatan HJKT

Sosok Dibalik Berdirinya Kota Tanjungpandan, Bupati Belitung: HJKT Mengenang Perjuangan KA Rahad

Selain itu, beliau juga mendirikan rumah di sekitar Masjid Agung Al Mabrur atau disebut Kampong Ume.

Tayang: | Diperbarui:
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Bupati Belitung, Sahani Saleh saat peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan, Sabtu (1/7/2023). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) diperingati setiap 1 Juli. Dibalik peringatan ini, sosok KA Rahad selalu dikenang sebagai tokoh pendiri kota yang menjadi ibukota Kabupaten Belitung ini.

Dalam rapat paripurna istimewa peringatan HJKT, Bupati Belitung Sahani Saleh menyampaikan momen Hari Jadi Kota Tanjungpandan merupakan bentuk dari apresiasi dan penghargaan kepada pahlawan pendiri Kota Tanjungpandan

KA Rahad atau Ki Agus Rahad adalah pahlawan pendiri Kota Tanjungpandan yang merebut kemerdekaan dari penjajah, memerintah pada tahun 1821-1854 yang berkedudukan di Kota Tanah (Cerucuk). Beliau Sendiri baru dilantik sebagai Depati Cakraningrat VIII pada Tanggal 1 Juli 1838.

Setelah memerintah untuk beberapa tahun beliau memindahkan pusat pemerintahannya ke Tanjung Gubung (Mess Bukit), sedangkan untuk tempat kediaman beliau mendirikan rumah didepan Lembaga Permasyarakatan sekarang.

Selain itu, beliau juga mendirikan rumah di sekitar Masjid Agung Al Mabrur atau disebut Kampong Ume.

"Hal-hal yang perlu dicatat selama masa pemerintahan beliau diantaranya dibukanya tambang timah dengan sistem Sumur Palembang untuk pertama kalinya," kata pria yang akrab disapa Sanem ini dalam rapat paripurna di DPRD Kabupaten Belitung, Sabtu (1/7/2023). 

Lalu pada tahun 1851, J.F. Loudon mendarat di Pulau Belitung untuk mengadakan penambangan timah. Dalam waktu yang singkat dibukalah tambang timah di Aik Siburik dan Aik Lesong Batang. 

Ki Agus Rahad mempunyai seorang putri yang bernama Nyanyu Kubu dari perkawinannya dengan Dayang Sawuk. Karena tidak mempunyai putra, setelah wafat pada tahun 1854, beliau digantikan oleh adiknya yang bernama Ki Agus Mohammad Saleh.

Sebelum wafat, Ki Agus Rahat berpesan, jika dirinya meninggal agar dikuburkan ditengah-tengah Pulau Belitung yang menurut perkiraan berada di Aik Labuk, Desa Kembiri, Kecamatan Membalong. 

Pada 7 Oktober 2002 yang dikeluarkan oleh Dewan Harian Badan Penggerak Pembudayaan Jiwa, Semangat dan Nilai - nilai Kejuangan 45 Provinsi Sumatera Selatan, KA Rahad dan istrinya NA Sawuk mendapat piagam penghargaan dan pemancangan bambu runcing bendera merah putih pada makam keduanya. 

"Oleh karena itu, dalam momen peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan, kita senantiasa melakukan agenda tetap untuk mengenang jasa KA Rahad sebagai pahlawan dan pendiri Kota Tanjungpandan," ujarnya. 

Ziarah ke makam KA Rahad juga telah dilakukan pada Jumat (23/6/2023) lalu. Ia berharap dengan ziarah tersebut agar setiap langkah membangun daerah dan Kota Tanjungpandan, selalu dijiwai dengan semangat menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tenteram, adil, makmur dan sejahtera. 

Seperti halnya semangat yang diwariskan almarhum KA Rahad dan para pejuang pendahulu lainnya.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved