Isu Pemangkasan PPPK di Beltim

Heboh Nakes di Beltim Dihantui Kehilangan Status PPPK

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemerintah Kabupaten Belitung Timur resah setelah beredar simulasi pemangkasan tenaga PPPK.

Tayang:
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Fitriadi
Notebook LM/Sigit
Grafis isu pemangkasan PPPK Beltim. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resah setelah beredar simulasi pemangkasan tenaga PPPK.

Dalam narasai simulasi yang beredar tersebut, PPPK yang bakal kena pemangkasan adalah tenaga kesehatan.

Isu pemangkasan tenaga PPPK pertama kali mencuat setelah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) disahkan.

Peraturan tersebut mengamanatkan pengeluaran belanja pegawai maksimal sebesar 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Aturan maksimal anggaran belanja APBD ini memaksa pemerintah daerah berhitung ulang karena bisa jadi tidak sanggup membayar gaji tenaga PPPK yang selama ini dibayar menggunakan APBD.

Kegelisahan Nakes di Beltim

Kegelisahan PPPK juga terjadi di lingkungan Pemkab Beltim.

Satu di antaranya adalah Ria, seorang tenaga kesehatan (Nakes) di Kecamatan Manggar.
 
Siang itu, Selasa (28/4/2026) dering telepon Ria memecah suasana saat reporter Posbelitung.co (grup Bangkapos.com) mewawancarainya. 

Perempuan itupun bergegas meski baru saja membuka obrolan. Kepergiannya selama kurang lebih satu jam itupun berujung pada raut wajah lelah.

Dia harus pergi karena mendapat panggilan darurat.

“Maaf, ada pasien di ruang tindakan butuh penanganan mendadak,” ujarnya.

Ria pun melanjutkan obrolan yang mengulas kegelisahannya sebagai seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Status Aparatur Sipil Negara (ASN) itu baru diperolehnya pada Agustus tahun lalu setelah mulai mengabdi di bidang kesehatan di Belitung Timur sejak tahun 2008.

Kini, Ria dihantui kehilangan status tersebut setelah tersiar kabar bakal ada pemangkasan PPPK.

“Dengar kabar itu rasanya sedih dan cemas,” kata ibu dua anak itu.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved