Berita Bangka Selatan

Harga TBS Kelapa Sawit di Bangka Selatan Terus Merangkak Naik

Harga tanda buah segar (TBS) di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami kenaikan.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Bangkapos.com/Edwardi
Ilustrasi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Harga tanda buah segar (TBS) di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami kenaikan. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Harga tanda buah segar (TBS) di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengalami kenaikan.

Bahkan per pekan kedua bulan Juli 2023 harga TBS terus merangkak naik.

Kondisi ini membawa angin segar bagi para petani kelapa sawit di setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan (DPPP), Risvandika menyebut, pada pekan kedua bulan Juli 2023 memang telah terjadi kenaikan harga TBS kelapa sawit.

Walaupun kenaikan itu tidak begitu signifikan karena hanya mengalami kenaikan sebesar Rp70 per kilogram.

"Harga TBS kelapa sawit mengalami kenaikan sekitar Rp70 per kilogram," kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (10/7/2023).

Pada pekan pertama bulan Juli 2023, lanjutnya, harga TBS kelapa sawit di tingkat Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berada pada harga tertinggi, yakni Rp1.760 per kilogram.

Selanjutnya per tanggal 7 Juli 2023 kemarin, harga TBS berada pada Rp1.830 per kilogram.

Untuk di PKS PT Bumi Sawit Sukses Pertama (BSSP) di Kecamatan Simpang Rimba, harga TBS Tenera berada pada harga Rp1.830 per kilogram.

Sedangkan TBS Dura lebih murah Rp408 atau harga beli hanya Rp1.422 per kilogram.

Sementara itu di PKS PT Mentari Sawit Makmur (MSM) Desa Ranggas, harganya justru lebih murah tinggi Rp30.

Harga beli TBS jenis Tenera maupun Dura sama-sama dipatok Rp1.800 per kilogram. TBS Tenera adalah tipe sawit unggul untuk komersial. Untuk TBS Dura yakni induk betina dari sawit hibrida.

"Untuk harga beli di dua PKS yang ada di Bangka Selatan juga berbeda-beda," sebut Risvandika.

Sementara itu, harga beli TBS dari para pengepul yang diambil di lokasi perkebunan milik petani harganya juga naik. Kenaikan mencapai Rp50 – Rp100 per kilogram.

Saat ini, harga beli dari para petani berada pada rentang Rp1.450 – 1.550 per kilogram.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved