Berita Bangka Selatan
DBD di Bangka Selatan Ada 21 Kasus, Satu Meninggal Dunia
Agus Pranawa mengatakan, setidaknya tercatat sebanyak 21 kasus DBD terjadi di daerah itu
Penulis: Cepi Marlianto |
POSBELITUNG.CO, BANGKA – Puluhan kasus demam berdarah dengue atau DBD ditemukan di Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung sepanjang Januari-Juni 2023.
Parahnya, dari puluhan kasus DBD itu satu orang di antaranya meninggal dunia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, Agus Pranawa mengatakan, setidaknya tercatat sebanyak 21 kasus DBD terjadi di daerah itu. Bahkan dengan jumlah kasus itu diklaim mengalami kenaikan, walaupun tidak begitu signifikan. Terlebih jika dibandingkan dengan periode sama pada tahun 2022 silam.
“Ada 21 kasus DBD di Bangka Selatan dari Januari sampai Juni 2023. Memang terjadi peningkatan untuk pasien DBD,” kata dia kepada Bangkapos.com, Selasa (11/7/2023).
Agus Pranawa berujar, 21 kasus itu tersebar di tiga kecamatan yang ada. Tertinggi berada di Kecamatan Toboali sebanyak 11 kasus. Rinciannya sembilan kasus di Puskesmas Toboali dan dua kasus di Puskesmas Rias. Lalu, di Kecamatan Air Gegas sebanyak tujuh kasus serta Kecamatan Payung tiga kasus.
Sementara untuk satu kasus meninggal dunia terjadi di Kecamatan Air Gegas. Oleh karena itu, pemerintah akan memantau perkembangan jumlah kasus hingga akhir tahun. Langkah ini demi mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) DBD yang biasanya terjadi lima tahun sekali.
“Satu orang meninggal dunia akibat DBD di Kecamatan Air Gegas. Jadi kami akan terus memantau perkembangan kasus DBD,” papar Agus Pranawa.
Di sisi lain sambung dia, pihaknya tak bisa menjamin bahwa kasus DBD tidak akan meningkat lagi. Sebab, perubahan iklim menyebabkan cuaca tak menentu. Sepanjang pekan ketiga Juni hingga Juli 2023 misalnya, hujan kerap turun di sejumlah wilayah Bangka Selatan.
Menurutnya, DBD sudah jadi kasus endemik. Sepanjang tahun 2022 lalu ada sebanyak 115 orang terkena DBD, terdiri 111 orang sembuh dan empat orang meninggal dunia. Oleh karena itu, ia pun mendorong agar paradigma preventif lebih diprioritaskan saat ini. Berbagai pihak perlu diajak bekerja sama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Kalau dari dinas kesehatan ketika ada laporan satu pasien satu terlaporkan pasien DBD tim dari Puskesmas akan turun ke bawah, untuk melakukan penyelidikan epidemiologi,” ujarnya.
Kendati demikian, Agus Pranawa berharap adanya tingkat kesadaran semua pihak, dalam upaya memberantas atau mengatasi permasalahan penyakit DBD. Terutama menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan sekitar, khususnya yang dapat menimbulkan atau menjadi sarang nyamuk atau kotoran lain.
DBD bisa atasi dan tangani bersama-sama. Terpenting mau tidaknya masyarakat meningkatkan kesadaran diri dalam menjaga dan merawat lingkungan sekitar.
“Terutama kesadaran masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS-Red),” pungkas Agus Pranawa.
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Tenaga Non ASN Tak Lulus Seleksi PPPK di Bangka Selatan Tetap Direkrut Lewat Mekanisme PJLP |
![]() |
---|
Bangka Selatan Usul 3 Titik Lokasi SPPG, Peserta Didik Sasaran Program MBG Terus Didata |
![]() |
---|
Kades Jelutung II Bangka Selatan Didesak Mundur, Bupati Instruksikan Dinas Terkait Cek ke Lapangan |
![]() |
---|
Pemkab Bangka Selatan Berkantor Di Desa Bencah, Penerapan Program Air Bakung |
![]() |
---|
Ramah Tamah Bersama Masyarakat Desa Bencah, Program Aik Bakung Pemkab Bangka Selatan Disambut Meriah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.