Profil Tokoh

Biodata Oppenheimer: Bapak Bom Atom, Hancurnya Hiroshima dan Nagasaki dan Penyesalannya

Kurang dari tiga tahun setelah Groves menunjuk Oppenheimer sebagai direktur pengembangan senjata, Amerika menjatuhkan dua bom atom di Jepang....

Image Journal
Julius Robert Oppenheimer, penemu bom atom. 

POSBELITUNG.CO -- Baru-baru ini nama J. Robert Oppenheimer mendadak populer.

Hal itu terjadi seiring film Oppenheimer karya sutradara Christopher Nolan akan ditayangkan serentak di bioskop pada 19 Juli 2023.

Rilisnya film Oppenheimer berbarengan dengan film Barbie yang juga ikut menggemparkan dunia.

Lantas siapa sebenarnya Oppenheimer atau J. Robert Oppenheimer?

Oppenheimer adalah seorang pria yang memiliki nama lengkap Julius Robert Oppenheimer.

Oppenheimer lahir di New York City pada 22 April 1904 dan meninggal pada 18 Februari 1967 di Princenton, New Jersey, AS.

Oppenheimer merupakan putra dari seorang imigran Jerman yang memperoleh kekayaannya dengan mengimpor tekstil di New York City.

Diketahui, Oppenheimer seorang ilmuwan ahli fisika dan dikenal sebagai bapak bom atom.

Selama studi sarjananya di Universitas Harvard, Oppenheimer unggul dalam bahasa Latin, Yunani, fisika, dan kimia.

Baca juga: Biodata Cakra Khan, Tampil Memukau di Audisi AGT 2023, Ternyata Miliki Suara Serak-serak Basah

Baca juga: Biodata Jerry Aurum, Mantan Suami Denada yang Ternyata Seorang Fotographer Profesional Lulusan ITB

Baca juga: Catat Pendaftaran CPNS 2023 Segera Dibuka, Alokasi Lowongan dan Cara Buat Akun di sscasn.bkn.go.id

Dirangkum dari laman Britannica, setelah lulus pada 1925, Oppenheimer berlayar ke Inggris untuk melakukan penelitian di Laboratorium Cavendish di Universitas Cambridge, di bawah kepemimpinan Lord Ernest Rutherford.

Laboratorium tersebut memiliki reputasi internasional untuk studi perintisnya tentang struktur atom.

Di Cavendish, Oppenheimer memiliki kesempatan untuk bekerja sama dengan komunitas ilmiah Inggris dalam usahanya memajukan penelitian atom.

Oppenheimer juga pernah melakukan kunjungan singkat di pusat sains di Leiden dan Zurich. Setelah itu, Oppenheimer kembali ke Amerika Serikat untuk mengajar fisika di Universitas California di Berkeley dan Institut Teknologi California.

Pada 1920-an, teori kuantum dan relativitas menarik perhatian dunia sains. Penelitian awal Oppenheimer pun dikhususkan untuk proses energi partikel sub-atomik, termasuk elektron, positron, dan sinar kosmik.

Oppenheimer juga melakukan penelitian pada neutron dan lubang hitam.

Selama 13 tahun, Oppenheimer melakukan penelitian penting dalam banyak bidang ilmiah seperti fisika, nuklir, teori medan kuantum dan astrofisika.

Oppenheimer pun sangat dikenal dunia karena perannya sebagai direktur ilmiah dalam Proyek Manhattan, yang berhasil mengembangkan dan menguji bom atom pertama.

Pada 16 Juli 1945, uji coba Trinity dilakukan di Alamogordo, New Mexico, di mana bom atom pertama di dunia diledakkan dengan sukses.

Oppenheimer merupakan tokoh penting dibalik bom atom yang menghancurkan Nagasaki-Hiroshima di Jepang pada Perang Dunia Kedua.

Baca juga: Kalender 2023, Daftar Tanggal Merah Juli 2023, Lengkap Libur Nasional dan Hari Besar Internasional

Baca juga: Harga HP Oppo di Juli 2023: OPPO A57, OPPO Reno8 Pro hingga OPPO Find X5 Pro,

Baca juga: Cerita Kapten Arianton, KLM BPS Karam di Selat Bangka, 12 Jam Terombang-Ambing Hingga Minum Air Laut

Meski begitu, Oppenheimer disebut menyesali penemuannya terhadap bom atom yang menimbulkan puluhan ribu warga Jepang.

Diketahui, Amerika Serikat memutuskan untuk mengembangkan bom atom lantaran adanya surat yang dikirim oleh fisikawan Albert Einstein kepada Presiden Franklin Roosevelt.

Kala itu, Einstein memperingatkan munculnya bencana kemanusiaan jika Nazi Jerman berhasil mengembangkan dan membuat bom atom.

Perjalanan Hidup J Robert Oppenheimer

Oppenheimer lahir pada tanggal 22 April 1904 di di Kota New York, Amerika Serikat. Ia adalah imigran Yahudi Jerman.

Oppenheimer menempuh pendidikan tinggi dengan berkuliah di Universitas Harvard untuk belajar kimia pada tahun 1922.

Oppenheimer kemudian melakukan perjalanan ke Cambridge di Inggris untuk memulai pekerjaan pascasarjana dalam fisika.

Bekerja di Laboratorium Cavendish di bawah pemenang Hadiah Nobel J.J. Thomson, orang yang mendeteksi elektron, Oppenheimer memulai penelitian atomnya.

Setahun kemudian, Oppenheimer melanjutkan belajar di Universitas Göttingen, Jerman, salah satu pusat terkemuka di dunia untuk fisika teoritis.

Selama berada di Jerman, dia menerbitkan banyak makalah yang berkontribusi pada teori kuantum yang baru dikembangkan.

Baca juga: Spesifikasi dan Harga Oppo Reno 10 5G, Reno 10 Plus, dan Reno 10 Pro Plus, Desain Ultra Slim Body

Baca juga: 8 Instansi ini Buka Formasi Lulusan SMA untuk CPNS 2023, Dibuka September, Cek Syarat Pendaftarannya

Baca juga: 60 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pilihan Ganda PAT IPS Kelas 7 Semester 2

Salah satu karya penting adalah pendekatan Born-Oppenheimer.

Pada tahun 1927, Oppenheimer telah menerima gelar doktor dan menjadi profesor di University of California, Berkeley, dan California Institute of Technology.

Dia menghabiskan 13 tahun berikutnya bolak-balik antara dua sekolah melakukan penelitian penting dalam banyak bidang ilmiah termasuk fisika nuklir, teori medan kuantum, dan astrofisika.

Ia menjadi peneliti, tapi kemudian sadar bahwa Nazi Jerman yang dipimpin Adolf Hitlet dapat mengembangkan senjata nuklir pertama di dunia pada 1930-an.

Kala itu, perang pecah di seluruh Eropa pada bulan September 1939.

Oppenheimer bersemangat bergabung dengan upaya awal negaranya membuat untuk mengembangkan senjata nuklir.

Selama masa Perang Dunia II, J Robert Oppenheimer memimpin tim ilmuwan yang ditugaskan untuk menciptakan senjata yang akan mengubah jalannya perang.

Proyek tersebut disebut Manhattan Engineering District, atau dikenal sebagai Proyek Manhattan.

Penyesalan Oppenheimer

Proyek Manhattan diluncurkan pada kuartal ketiga 1942, penelitian Oppenheimer tentang bom atom sudah sangat dalam.

Ahli sejarah Alex Wellerstein turut mengungkapkan Oppenheimer terlihat dalam setiap tahapan penting pengembangan bom atom.

"Ia sendiri yang memutuskan bagaimana sebaiknya bom atom digunakan. Ia meminta agar bom atom tidak dijatuhkan di kota-kota besar. Ia juga masuk dalam komite yang memutuskan di mana saja bom-bom atom akan dijatuhkan," kata Wellerstein, mengutip BBC.

Kurang dari tiga tahun setelah Groves menunjuk Oppenheimer sebagai direktur pengembangan senjata, Amerika menjatuhkan dua bom atom di Jepang.

Tepatnya pada 6 Agustus 1945 di kota Hiroshima dan pada 9 Agustus 1945 di kota Nagasaki.

Jumlah korban meninggal di kedua kota tersebut tercatat antara 129.00 hingga 226.000 orang.

Tingginya korban akibat bom itu membuat Oppenheimer sangat menyesal.

Dua bulan setelah bom atom dijatuhkan di Jepang, Oppenheimer mundur dari jabatannya sebagai Direktur Laboratorium Los Alamos.

Pada tahun 1947 hingga 1952, Oppenheimer menjabat sebagai penasihat Komisi Energi Atom Amerika Serikat.

Posisi ini dia manfaatkan untuk mendorong perlunya kontrol internasional untuk mencegah proliferasi senjata nuklir dan juga mendesak penghentian perlombaan senjata antara AS dan Uni Soviet.

Pada bulan Oktober 1945, Oppenheimer bertamu ke Presiden AS Harry S. Truman dan mengatakan karena bom nuklir di Jepang, tangannya sekarang berlumuran darah.

Sang presiden menampik kata-kata Oppenheimer.

Truman mengatakan darah itu ada di tangannya dan biarlah dirinya yang bertanggung jawab.

Di tahun-tahun terakhirnya, Oppenheimer terus melobi untuk kontrol internasional senjata nuklir dan energi atom.

Akhir hidup Oppenheimer

Pada 1953, Oppenheimer diisukan memiliki hubungan dengan komunis yang membuat dirinya dikucilkan oleh pemerintah Amerika Serikat dan dianggap berkhianat.

Tahun berikutnya, sidang keamanan menyatakan dia tidak bersalah atas pengkhianatan tetapi memutuskan bahwa dia tidak boleh memiliki akses ke rahasia militer.

Meskipun demikian, pada 1963, ia diberi penghargaan Enrico Farmi oleh lembaga Atomic Energy Commission atas kontribusinya dalam pengembangan atom.

Tiga tahun setelah pemberian penghargaan, tepatnya pada 18 Februari 1967, Oppenheimer meninggal karena kanker tenggorokan di Princeton, New Jersey, hanya setahun setelah pensiun.

Kini, film tentangnya sudah tayang di bioskop. Cillian Murphy didapuk untuk memerankan dirinya dalam film berjudul Oppenheimer besutan Christopher Nolan.

Biodata Oppenheimer

Nama Lengkap: Julius Robert Oppenheimer

Nama dikenal: Oppenheimer/ Bapak Atom

Profesi: Ilmuwan

Tempat, Tanggal Lahir: New York, 22 April 1904

Warga Negara : Amerika

Saudara : Frank Oppenheimer

Istri : Katherine "Kitty" Puening Harrison

Almamater:

  • Universitas Harvard
  • Universitas Cambridge
  • Universitas Gottingen

Penghargaan:

  • Enrico Fermi Award

(*/)

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com, kontan..co.id dan wikipedia.org

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved