Berita Bangka Tengah

Petani Bawang Merah Disarankan Jangan Langsung Tanam Usai Panen

Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi para petani bawang merah

Penulis: Arya Bima Mahendra |
(Bangkapos/Arya Bima Mahendra)
Bawang merah yang sudah dipanen beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA — Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi para petani bawang merah yang ada di Kabupaten Bangka Tengah.

Seakan serba salah, cuaca panas yang berkepanjangan ataupun hujan yang terjadi secara terus-terus tetap saja memberikan dampak bagi hasil panen.

Ketua Asosiasi Petani Bawang Merah Bangka Tengah, Wartam mengungkapkan bahwa kondisi cuaca yang tak menentu sangat jelas menjadi hambatan bagi para petani bawang merah, terutama saat masa panen.

“Misalnya kayak sekarang lagi hujan, itu udah jelas mengurangi hasil panen karena tingkat kebusukannya lebih banyak,” ucap Wartam, Kamis (20/7/2023).

Dia menjelaskan, cuaca hujan yang terjadi secara terus-terus tentu akan sangat mempengaruhi hasil produksi karena penyakit semakin banyak, walaupun hama cenderung sedikit.


Kemudian, saat kondisi cuaca panas yang luar biasa (el nino) itu juga bisa menjadikan pertumbuhan bawang merah menjadi terganggu.


Pasalnya kata dia, bawang yang dihasilkan akan menjadi lebih kerdil dari biasanya.


“Itu karena pupuk yang kita aplikasikan mudah terserap oleh sinar matahari sehingga mudah menguap dan tidak bisa diterima tanaman secara maksimal,” terangnya.


Hal itulah yang kemudian membuat pertanian bawang merah pada tahun ini bisa dikatakan agak lebih susah dibanding tahun sebelumnya.


Lebih lanjut, Wartam turut menerangkan bagaimana kondisi cuaca yang ideal dan cocok untuk produktivitas pertanian bawang merah.


Menurutnya, cuaca yang bagus untuk tanaman bawang merah adalah ketika tidak terlalu panas dan banyak hembusan angin.


“Kalau hujan pun bukan yang tiba-tiba dari panas terik terus hujan. Tapi yang bagusnya itu ketika panas, terus ada mendung dulu sebentar dan baru hujan yang tidak dibarengi dengan angin,” terangnya.


Lanjut dia, hujan yang dimaksud pun bukan hujan yang terjadi seharian dari pagi sampai malam.


“Bagusnya itu hujannya seminggu sekali atau setiap beberapa hari sekali,” tambahnya.


Kendati demikian, dirinya memahami bahwa kondisi cuaca yang kadang tidak menentu ini merupakan faktor alam.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved