Berita Bangka Tengah

Kebutuhan Karet di Babel Masih Kurang, Namun Harga Masih Rendah

Kabid DPKP Bangka Tengah, Demsi Apriadi mengungkap bahwa pasokan dari komoditi karet memang masih kurang

Penulis: Arya Bima Mahendra |
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Ilustrasi petani menyadap karet di sebuah perkebunan karet. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Kebutuhan terhadap komoditi karet di Kabupaten Bangka Tengah dan Provinsi Bangka Belitung secara umum ternyata masih membutuhkan banyak suplai/pasokan. Namun harga karet di tingkat petani masih rendah.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Tengah, Demsi Apriadi mengungkap bahwa pasokan dari komoditi karet memang masih kurang.

Dia membandingkan, Sumatera Selatan yang merupakan salah satu Provinsi penghasil komoditi karet pun masih kurang, padahal jumlah luas perkebunannya mencapai hingga jutaan hektar.

Sedangkan diketahui luas perkebunan karet di Bangka Tengah sendiri saat ini hanya sekitar enam ribuan hektar lebih.

"Di Sumsel itu aja masih kurang (pasokan-red), apalagi kita di Babel," ungkap Demsi, Jumat (21/7/2023).

Kata Demsi, sejauh ini para pekebun karet hanya menjual hasil panennya ke PT. Karini Utama, pabrik pengolahan karet yang ada di Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.

Perusahaan tersebut banyak melakukan kontrak dengan perusahaan-perusahaan ban, aspal dan lain sebagainya.

"Jadi sebenarnya mereka (PT. Karini Utama-red) itu pun butuh banyak pasokan karet," jelasnya.

Adapun salah satu langkah untuk meningkatkan jumlah pasokan komoditi karet salah satunya ada tentu dengan menambah jumlah luasan perkebunannya.

Salah satu solusi yang bakal diadopsi adalah dengan membentuk Unit Pengelolaan dan Pemasaran Bersama Bokar (Bahan Olahan Karet) atau UPPB.

"Jadi kalau petani karet ini sudah berbendera UPPB, maka kualitasnya juga pasti sudah teruji sehingga nilai jualnya pun bisa meningkat," papar Demsi.

Dengan begitu, semakin tinggi harga jual karet di tingkat petani maka akan semakin banyak banyak pula orang mau menanam karet kembali dan pada akhirnya luas perkebunan karet di Bangka Tengah bisa dipertahankan atau bahkan bertambah.

"Kalau sudah begitu, maka kita juga akan kejar pabrik karet tadi supaya mau kerjasama," imbuhnya.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved