Berita Belitung Timur
Kecamatan Manggar Gelar Rembuk Stunting, Ada 4 Desa yang Jadi Lokus
Kegiatan ini bertujuan untuk berkoordinasi, bersinergi, dan sinkronisasi dengan pemangku kepentingan percepatan penurunan stunting.
Penulis: Suhendri CC |
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemerintah Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, menyelenggarakan rembuk stunting di kantor Camat Manggar, Selasa (1/8/2023).
Kegiatan ini bertujuan untuk berkoordinasi, bersinergi, dan sinkronisasi dengan pemangku kepentingan percepatan penurunan stunting.
"Saya mengapresiasi terlaksananya acara rembuk stunting Kecamatan Manggar. Percepatan penurunan stunting menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kecamatan Manggar. Semoga melalui acara ini tercipta komitmen bersama serta program yang dirancang dapat direalisasikan dengan baik," kata Camat Manggar Herri Susanto dalam pembukaan rembuk stunting Kecamatan Manggar, Selasa (1/8/2023), seperti dalam rilis yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika Beltim.
"Apa yang jadi kesepakatan dan dilakukan di tingkat desa, kita bahas bersama dalam forum ini sehingga ada kesepakatan terkait intervensi stunting di desa. Upaya ini bertujuan agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal," ujar Herri.
Sementara itu, perwakilan Puskesmas Manggar Atien Gultom mengapresiasi dan berterima kasih kepada perangkat desa, bidan desa, orang tua dan masyarakat yang sudah melaksanakan kegiatan peduli penurunan risiko stunting, seperti sosialisasi di wilayah Kecamatan Manggar.
"Dalam rembuk ini kita bahas permasalahan yang ada dan hasilnya akan dibawa ke tingkat kabupaten," ujar Atien dalam sambutannya.
Sekadar diketahui, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Belitung Timur Nomor 188.45-230 Tahun 2022 tentang Pembentukan Tim Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Belitung Timur, terdapat 4 desa lokus stunting tahun 2023 di Kecamatan Manggar, yakni Desa Kelubi, Desa Padang, Desa Kurnia Jaya, dan Desa Baru.
Atas dasar itu, Pemerintah Kecamatan Manggar melakukan penanganan stunting, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
Intervensi spesifik merupakan kegiatan yang langsung mengatasi penyebab terjadinya stunting dan umumnya diberikan oleh sektor kesehatan, seperti asupan makanan, pencegahan infeksi, status gizi ibu, dan pemantauan tumbuh kembang anak.
Adapun intervensi sensitif merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penyebab tidak langsung stunting yang umumnya berada di luar persoalan kesehatan.
Intervensi sensitif terbagi menjadi 4 jenis, yaitu penyediaan air minum dan sanitasi, pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran pengasuhan dan gizi, serta peningkatan akses pangan bergizi. (*/shi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230801_Kecamatan-Manggar-menyelenggarakan-rembuk-stunting.jpg)