Berita Pangkalpinang

5 Kelurahan di Pangkalpinang Disebut Paling Berpotensi Kekeringan

Daerah dataran tinggi dan jauh dari sumber air merupakan daerah yang paling berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Penulis: Suhendri CC |
ISTIMEWA
Ilustrasi: Petugas BPBD Kota Pangkalpinang mendistribusikan air. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Daerah dataran tinggi dan jauh dari sumber air merupakan daerah yang paling berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Dari hasil pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang, daerah-daerah yang paling berpotensi dilanda kekeringan tersebut, antara lain, Kelurahan Bukit Merapin, Sriwijaya, Bukit Besar, Bukit Baru, dan Temberan.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pangkalpinang, Renal Winanta, Kamis (3/8/2023).

"Daerah yang masuk dataran tinggi itu menjadi titik fokus rawan kami untuk siap siaga dalam menghadapi fenomena El Nino ini. Pengalaman sebelumnya memang daerah dataran tinggi dan daerah yang jauh dari sumber air paling berpotensi terjadi kekeringan pada musim kemarau," kata Renal.

Menurutnya, sejauh ini belum ada aduan masyarakat Pangkalpinang mengenai kekeringan. "Dan pantauan kami sumber-sumber air masih aman," ucapnya.

"Kalau memang nanti masyarakat membutuhkan air kami akan mendistribusikan di satu titik di setiap kelurahan, seperti itu. Nanti masyarakat yang membutuhkan langsung menghubungi kami," lanjut Renal.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat Pangkalpinang diimbau mewaspadai potensi ancaman bencana kekeringan dan angin kencang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak kemarau kering akan terjadi di bulan Agustus hingga awal September 2023.

"Kalau tim secara khusus tidak ada, kami siagakan semua anggota BPBD untuk menghadapi musim kemarau ini. Kita nanti akan bekerja sama dengan PDAM, damkar Kota Pangkalpinang, hingga Kementerian PU Bidang Sumber Daya Air untuk menyiagakan (menanggulangi) kekeringan ini," tutur Renal.

Lebih lanjut, dia mengimbau agar masyarakat ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak membakar sampah sembarangan.

Selain itu, jangan membuka lahan perkebunan dengan cara membakar karena rentan terjadi kebakaran. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved