Traveling
Wisata Kuliner, Makanan Tradisional Pakat Khas Suku Mandailing, Mungkin Anda Perlu Mencobanya
Makanan atau lalapan tradisional khas Suku Mandailing ini merupakan kuliner yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dilestarikan higga kini.
POSBELITUNG.CO -- Indonesia kaya akan makanan khas daerah. Makanan khas itu begitu gampang didapatkan di daerah asalnya.
Seperti halnya Makanan Tradisional Pakat Khas Suku Mandailing yang dijual di dekat persimpangan Jalan Letda Sujono, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.
Makanan atau lalapan tradisional khas Suku Mandailing ini merupakan kuliner yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dilestarikan hingga saat ini.
Pedagang Pakat, Nur Asiyah Siregar mengaku sehari-hari menjual pakat, pada bulan suci Ramadan ini penjualan pakat mengalami peningkatan.
"Lancar, ya sama aja sebetulnya, cuma ini ada peningkatan selama bulan suci Ramadan," kata Nur, beberapa waktu lalu, seperti dikutip pada Laman Tribunmedan.com.
Baca juga : Wisata Kuliner, Berikut Resep dan Cara Bikin Dendeng Balado, Hanya Butuh Waktu 60 Menit Saja
Ia mengaku sudah hampir 30 tahun menjual makanan tradisional pakat ini.
"Pakat itukan makanan tradisional khas Suku Mandailing. Nah setiap bulan puasa kan banyak peminatnya," ucap Nur.
Sementara itu ada berbagai macam manfaat yang didapat pada makanan tradisional pakat ini.
"Manfaat makanan tradisional pakat ini bikin selera makan, kalo kata orang macam-macam, ada katanya untuk obat gula, ada yang ini, awak kan bingung juga," kata Nur.
Mengenai harga pakat, masih sama seperti hari biasa belum ada kenaikan.
"Harganya tidak naik, tetap Rp 2500 per batang pakat, kalo 4 batang pakat berarti harganya Rp 10 ribu, kalo hari biasa harganya juga sama, kalo dulu harganya Rp 1500 naik jadi Rp 2500 per batang pakat sekarang," ucap Nur.
Baca juga : Macam-macam Sambal di Indonesia, Berikut Resep, Bahan dan Cara Membuatnya
Nur mengaku biasanya laku 1000 batang pakat, namun sekarang 1200-1300 batang pakat laku setiap harinya.
"Kalo selama Bulan Suci Ramadan ini menyediakan 1200-1300 batang pakat setiap harinya, kalo hari biasa 500 batang pakat, ada memasok untuk rumah makan Mandailing juga," kata Nur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230804-Tampak-Pedagang-makanan-tradisional-pakat-khas-Suku-Mandailing.jpg)