News

Disebut Pernah Main Judi di Singapura, Lukas Enembe Gebrak Meja di Persidangan

Lukas Enembe bergegas berbicara dengan suara lantang membantah keterangan Kambuaya bahwa dirinya main judi di Singapura.

Tayang:
KOMPAS.com/IRFAN KAMIL
Gubernur nonaktif Papua, Lukas Enembe tiba di ruang sidang Prof M Hatta Ali, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (7/8/2023) pukul 10.46 WIB. 

Selain sudah dibiayai untuk ikut Pilgub, Lukas Enembe juga disebut-sebut memiliki kedekatan dengan para kontraktor tersebut.

"Bapak gubernur juga istilahnya, moril begitu, moril kepada perusahaan-perusahaan ini," ujarnya.

Untuk informasi, kesaksian Mikael Kambuaya ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana yang korupsi beberapa proyek di Papua yang menjerat Lukas Enembe.

Lukas Enembe juga disebut-sebut memperoleh fee dari beberapa kontraktor.

"Saudara dengar saja bahwa ada pemberian fee?" tanya Hakim Ketua, Rianto Adam Pontoh.
"Iya," jawab Kambuaya.

Berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) Mikae Kambuaya yang dibacakan jaksa penuntut umum KPK di persidangan, fee tersebut diberikan melalui proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Papua.

Caranya, uang tersebut diberikan melalui kontraktor besar yang ditunjuk langsung oleh Lukas Enembe.

"Pada saat saya menjabat sebagai Kadis PUPR Papua, pola pemberian uang kepada Lukas Enembe adalah para kontraktor yang mendapat pekerjaan proyek akan memberikan uang kepada Lukas Enembe melalui kontraktor besar yang dibawa oleh Lukas Enembe, seperti Piton Enumbi, Serli Susan, Haji Sukman, Frans Manibui, Letri David Sabutan, dan Haryati," kata jaksa membacakan BAP di persidangan.

Selain fee berupa uang, ada pula berupa fasilitas-fasilitas yang diterima Lukas Enembe dari para rekanan proyek. Diantaranya fasilitas berobat dan berjudi di Singapura.

Kemudian fasilitas Lukas Enembe beserta keluarganya di Jayapura dan Jakarta juga difasilitasi oleh para kontraktor.

"Bahwa semua kebutuhan Lukas enembe dan keluarganya di Jayapura, Jakarta, maupun pergi berobat dan judi di Singapura setahu saya banyak dibantu oleh para kontraktor yang saya sebutkan di atas," katanya.

Dalam BAP-nya yang dibacakan jaksa di persidangan, Kambuaya mengaku tak pernah mau mengantarkan fee dari para kontraktor ke Lukas Enembe lantaran takut kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Keterangan di BAP tersebut tidak dibantah oleh Kambuaya.

"Iya benar," ujarnya setelah jaksa membacakan petikan-petikan BAP-nya.

Menurut Kambuaya, fee dari para rekanan proyek ini lantaran kedekatan mereka dengan Lukas Enembe layaknya keluarga.

Selain itu, pemberian proyek kepada mereka juga dilakukan Lukas Enembe sebagai balas budi telah menjadi tim sukses dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Papua.

"Mereka yang beberapa orang yang disebutkan tadi adalah orang orang yang boleh saya katakan bahwa mereka ini adalah orang-orang yang pemegang dana, penyandang dana saat Pak Lukas maju gubernur," katanya.

(Tribun Network/ham/wly)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved