Berita Bangka Tengah
DPKP Bangka Tengah Punya Kebun Lada 2 Hektare di Belakang Kantor
Dian Akbarini menyebutkan, total luas kebun lada di belakang kantornya itu ada sekitar kurang lebih dua hektar
Penulis: Arya Bima Mahendra |
POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Sebuah pemandangan tak biasa di belakang Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Tengah menarik pertanian.
Ratusan pohon lada yang sudah cukup besar tumbuh subur berjejer di belakang kantor yang berada di komplek perkantoran Pemda Bangka Tengah itu.
Uniknya, pohon-pohon lada yang ternyata sudah berumur sekitar 5 tahun ini tumbuh menggunakan tajar hidup sebagai media perambatnya.
Kepala DPKP Bangka Tengah, Dian Akbarini menyebutkan, total luas kebun lada di belakang kantornya itu ada sekitar kurang lebih dua hektar.
"Kebun induk lada ini adalah salah satu upaya kita untuk membantu masyarakat mendapat bibit unggul lada," ucap Dian, Rabu (9/8/2023).
Menurutnya, kebun induk sumber benih lada itu menggunakan varietas lada jenis Lampung Daun Kecil (LDK) dan nyelungkup.
Kata dia, sebelumnya banyak masyarakat yang datang ke kebun induk bibit lada DPKP Bangka Tengah itu untuk meminta bibit dan bisa mendapatkannya secara gratis.
"Untuk sekarang kami masih akan menyusun Perda karena ini menjadi salah satu sumber untuk PAD kita," jelasnya.
Senada, Kepala Bidang Perkebunan DPKP Bangka Tengah, Demsi Apriadi mengatakan, meski nantinya dijual, harga bibit lada unggul di kebun DPKP itu akan dibedakan.
"Jadi untuk petani asli Bangka Tengah dan petani dari luar kita bedakan harganya. Tapi ini kita masih dalam proses penyusunan Perda-nya," ungkap Demsi.
Demsi berujar, lada varietas LDK dan nyelungkup yang ada di belakang kantor DPKP Bangka Tengah ini dipilih sesuai dengan kondisi iklim di Bangka Tengah.
"Kalau melihat kondisi cuaca kita, jadi yang paling tahan itu memang varietas LDK dan nyelungkup," tuturnya.
Lanjut dia, kebun induk bibit lada milik DPKP itu juga selalu dievaluasi oleh UPT Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (UPT PSMB) setiap tahunnya terkait potensi yang bisa dihasilkan.
Pasalnya kata dia, orang yang mau menjual bibit lada itu harus diketahui terlebih dahulu kejelasan pohon induknya atau sumbernya dari mana
"Dan di Bangka Tengah salah satunya ada di DPKP ini karena ini pun sudah ada SK menterinya," imbuhnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/0908-kebun-lada.jpg)