Mobil Terbakar di SPBU Perawas Belitung, Ternyata Ada Jeriken Berisi BBM dalam Mobil yang Terbakar

Proses pemadaman lebih kurang satu jam lebih karena ada beberapa jeriken dalam kendaraan tersebut. Itu berisikan BBM...

Posbelitung.co/Dede Suhendar
Sebuah mobil terbakar di dalam area SPBU Perawas, Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung pada Selasa (15/8/2023). 

POSBELITUNG.CO -- Satu unit mobil bernomor polisi bn BN 1094 WE terbakar setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Perawas, Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), Selasa (15/8/2023).

Mobil itu tiba-tiba muncul api. Saat muncul api, sejumlah orang yang ada di area itu langsung mendorong mobil tersebut menjauh dari mesin nozel.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Mobil jenis minibus yang terbakar di area SPBU, belum diketahui pasti apa penyebab.

Saat dilakukan pemadaman terhadap mobil terbakar tersebut, petugas Damkar BPBD Kabupaten Belitung sempat kesulitan memadamkan api.

Adapun kondisi itu dikarenakan adanya beberapa jeriken yang diduga berisikan BBM di dalam mobil tersebut, sehingga api sulit dikendalikan. 

Bahkan damkar harus melakukan pengisian ulang air tiga unit mobil sampai api benar-benar padam.

Baca juga: Prasastia Yoga Keluhkan Susahnya Cari Gas Elpiji 3 Kg ke Ahok: Kami ingin Pembenahan Lebih Baik

Baca juga: Biodata Ben Kasyafani, Mantan Suami Marshanda yang Anaknya Dipuji karena Berhijab

Baca juga: Jadwal Lengkap CPNS 2023, Simak Sebelum Daftar CPNS 2023 dan Syarat Daftar CPNS Kejaksaan RI 2023

"Proses pemadaman lebih kurang satu jam lebih karena ada beberapa jeriken dalam kendaraan tersebut. Itu berisikan BBM, pasti," ujar Komandan Regu III Damkar BPBD Belitung Muhammad Husin kepada posbelitung.co.

Petugas damkar BPBD Belitung memadamkan api yang membakar mobil di SPBU Perawas. Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, pada Selasa (15/8/2023).
Petugas damkar BPBD Belitung memadamkan api yang membakar mobil di SPBU Perawas. Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, pada Selasa (15/8/2023). (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Ia menjelaskan awalnya pihak damkar mendapat laporan dari masyarakat terjadinya ledakan di area SPBU Perawas. 

Kemudian, Regu III langsung berangkat mendatangi lokasi kejadian dan mendapati satu unit mobil terbakar di dalam area SPBU tepatnya bagian belakang

20 Ton Air untuk Padamkan Api 

Kobaran api dari dalam mobil sempat membuat petugas kesulitan melakukan pemadaman. 

Ditambah api diduga berasal dari jeriken berisikan BBM membuat pemadaman menggunakan air tidak efektif. 

Bahkan petugas damkar harus melakukan isi ulang air dari tiga unit mobil yang dikerahkan dengan total 20 ton air. 

"Sebenarnya pemadaman harus menggunakan unit foam karena terbakar disebabkan minyak. Jadi air itu sulit, itu pun padam karena BBM dalam jeriken tadi sudah habis," ungkapnya. 

Namun Husin belum memastikan penyebab dari kejadian tersebut karena masih fokus proses pemadaman. 

Selain itu, pihak damkar juga belum bertemu pemilik kendaraan yang mengetahui kronologis kejadian.

SPBU Perawas Dipasang Garis Polisi dan Tidak Layani Pembeli

Pasca kejadian kebakaran satu unit mobil, SPBU Perawas, Kecamatan Tanjungpandan tidak melayani pembeli pada Selasa (15/8/2023). 

Baca juga: Masih Jadi Incaran, Harga HP OPPO A16 dan HP OPPO A17 Turun di Agustus 2023, Spesifikasi Mumpuni

Baca juga: Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 17-18 Tema Pamflet Wisata, Kurikulum Merdeka

Baca juga: 12 Film Tentang Kemerdekaan Indonesia yang Cocok Ditonton saat 17 Agustus, Ada Film Janur Kuning

Pintu masuk SPBU yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Perawas ditutup menggunakan rantai tanpa aktifitas apapun. 

Sementara mobil yang terbakar masih di posisi awal di belakang SPBU dengan kondisi hangus. 

Suasana SPBU Perawas Kabupaten Belitung usai sebuah mobil terbakar di area SPBU tersebut, Selasa (15/8/2023).
Suasana SPBU Perawas Kabupaten Belitung usai sebuah mobil terbakar di area SPBU tersebut, Selasa (15/8/2023). (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Menjelang siang, suasana di SPBU mulai sepi hanya petugas internal yang lalu lintas di dalam area. 

Tapi di lokasi sudah kebakaran sudah terpasang garis polisi.

Pantauan posbelitung.co beberapa bagian bangunan kantor SPBU retak dan terkelupas akibat hawa panas api. 

Bahkan terdapat kaca yang pecah yang berada di samping lokasi kebakaran

Penjelasan Direktur PT BJS soal Jeriken di Mobil Terbakar di SPBU Perawas

Terkait kebakaran mobil jenis minibus Ertiga nomor polisi BN 1094 WE yang terbakar di SPBU Perawas, Tanjungpandan, Belitung, Selasa (15/8/2023) ditemukan beberapa jeriken berisi BBM pada bagian dalam mobil.

Direktur PT Billiton Jaya Semesta (BJS) Leo Fernando menjelaskan, pada saat mobil itu terbakar, kondisi SPBU dalam keadaan tidak ada pengisian BBM, terutama BBM jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP/Pertalite).

Pasalnya pada saat itu, ada mobil tangki pertamina sedang menyalurkan BBM ke tangki timbun. Prosedurnya pada saat suplai BBM, tidak boleh ada aktivitas pengisian BBM ke kendaraan.

Baca juga: Harga Oppo A54 RAM 6GB/128GB Terbaru Agustus 2023, Speak Handal Harga Terjangkau, Super Layarnya

Baca juga: 11 Pahlawan Nasional Pejuang yang Turut Memperjuangkan Kemerdekaan, Wajib Tahu di HUT Ke-78 RI

Baca juga: 60 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pilihan Ganda PAT IPS Kelas 7 Semester 2

"Jadi kami yakini mobil itu tidak ada ngisi ke mobil pada saat di dalam SPBU. Prosedur nya pada saat pengisian tangki, aktivitas pengisian BBM ke kendaraan tidak boleh ada," kata Leo kepada Posbelitung.co, Selasa (15/8/2023).

Jajaran Pertamina Patra Niaga meninjau lokasi kebakaran mobil di SPBU Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, pada Selasa (15/8/2023).
Jajaran Pertamina Patra Niaga meninjau lokasi kebakaran mobil di SPBU Perawas, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, pada Selasa (15/8/2023). (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Ia menyakini kebakaran mobil tersebut disebabkan karena ada korsleting listrik pada mobil, sehingga mobil mengeluarkan api dan terbakar.

"Itu mobil pak Wendi Direktur yang satu nya, beliau memang biasa bawak jeriken di dalam mobil (berisikan) BBM, untuk keperluan genset. Jadi kami pastikan tidak ada pengisian BBM ke mobil pada saat kejadian," tegasnya.

Namun, lanjut Leo, tak memungkiri jika ada 'permainan' di lapangan. Tetapi kami sebagai manajemen sudah menegaskan sejak awal, tidak boleh mengisi jeriken di SPBU terutama untuk pertalite dan BBM subsidi lain.

"Kami pantau dari Jakarta karena sedang di luar daerah. Tapi kami tegaskan memang tidak boleh mengisi BBM ke jeriken khusus untuk pertalite," ucapnya. (*/posbelitung.co/Disa Aryandi/)

 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved