Berita Pangkalpinang

Musim Kemarau dan El Nino, Petani Diimbau Mengubah Jarak Tanam

Untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dan El Nino ini, mereka juga melakukan peningkatan pemantaun di lapangan.

Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra
Seorang petani di persawahan Desa Namang, Bangka Tengah, menjemur gabah padi usai dipanen, Senin (3/7/2023) lalu. 

POSBELITUNG.CO, PANGKALPINANG - Balai UPTD Proteksi Tanaman Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) belum menerima laporan adanya tanaman yang terimbas musim kemarau dan fenomena El Nino.

"Dari pemantauan dan informasi di lapangan untuk tanaman yang terdampak langsung atau gagal panen karena el nino belum ada atau yang dilaporkan," ujar Kepala Balai UPTD Proteksi Tanaman Pangan Provinsi Babel, Achirtono pada Selasa (22/8/2023).

Dia mengungkapkan pada musim kemarau dan El Nino yang berpotensi terimbas adalah dari tanaman jenis hortikultura.

Dia menghimbau agar petani untuk antisipasi El Nino yaitu melakukan penundaan tanam sehingga terjadi penurunan luas tanam bulanan atau mengubah jarak tanam dibandingkan musim tanam sebelumnya.

"Kami menganjurkan kepada masyarakat misalnya contoh padi yang biasanya ditanam 3 kali kita dianjurkan 1 atau 2 kali, tanaman cabe mengurangi luas tanam dan selalu menggunakan zat yang agen hayati misal pestisida nabati," sarannya.

Tak hanya itu, untuk mengantisipasi dampak musim kemarau dan El Nino ini, mereka juga melakukan peningkatan pemantaun di lapangan.

"Untuk antisipasi saat ini adalah meningkatkan pengamatan dan pemantauan dampak El Nino oleh petugas di lapangan terutama apabila kemarau masih berlangsung sampai dengan September-Oktober 2023," katanya.

Sebelumnya, Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang Kurniaji mengungkapkan kondisi cuaca di Bangka Belitung.

"Layaknya puncak kemarau, cuaca secara umum akan jarang sekali hujan dan walaupun ada hujan, hanya akan berlangsung singkat dan dalam cakupan area yang tidak terlalu luas," ujar Kurniaji, Jumat (18/8/2023).

Dia mengungkapkan suhu tertinggi di Babel beberapa minggu terakhir masih di bawah 33 derajat.

Namun, Kurniaji mengingatkan agar warga tetap waspada, pasalnya pada musim kemarau berpotensi terjadi kebakaran lahan dan hutan (Karhutla).

"Beberapa kejadian kebakaran lahan memang sudah mulai terjadi dalam kurun waktu 2 minggu terakhir ini tapi masih dalam skala yang tidak terlalu besar dan dapat dikendalikan denga sigap oleh rekan-rekan damkar dibantu semua satket yang terlibat," katanya.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved