Berita Populer
Tiga Siwa SMP Tewas Dihantam Gran Max, Sebelum Kecelakaan Sempat Tersesat di Jalan
Tiga orang siswa SMPN 1 Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tewas. Insiden itu terjadi setelah sepeda motor mereka terlibat kecelakaan.
"Dikarenakan cepatnya kejadian tersebut hingga driver Gran Max tidak dapat menguasai kendarannya."
"Walaupun sudah berusaha membanting setir hingga akhirnya menabrak kedua motor yang dikendarai keempat siswa secara berboncengan," ujar Joko seperti diikutip pada Laman TribunSolo.com dan Laman Tribunnews.com.
Akibat insiden tersebut, tiga orang meninggal dunia karena mengalami luka cukup parah di bagian kepala.
Begini Menurut Pembina OSIS
Ketiga korban tewas diketahui merupakan siswa berprestasi di SMPN 1 Jumantono, Karanganyar.
Hal itu diungkapkan oleh Pembina OSIS dan Guru SMPN 1 Jumantono, Paidi (56).
Selain berprestasi, para korban juga dikenal aktif dalam organisasi di sekolah.
"Rafi aktif organisasi pramuka, Fahri juga baik dan aktif organisasi sekolah. Mereka anak-anak yang berprestasi," urainya, Selasa.
Kronologi Kejadian
Kasat Lantas Polres Sukoharjo, AKP Betty Nugroho menjelaskan, dua korban yang meninggal di lokasi kejadian yakni FA dan SSP.
Mereka merupakan pengendara dan penumpang sepeda motor Yamaha Mio.
"FA dengan luka kaki kanan patah, kaki kanan sobek, kepala belakang sobek meninggal dunia di TKP," tuturnya.
Sementara SSP mengalami pendarahan hidung dan mulut, kaki kanan patah dan lecet.
Untuk korban RN mengalami kaki kanan patah, betis kiri sobek, luka di kepala, dan luka di bagian dada.
Ia sempat berada di fase kritis, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir Soekarno, Sukoharjo, Selasa (22/8/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230823-Daihatsu-Gran-Max-yang-adu-banteng-dengan-dua-motor-di-Desa-Mulur.jpg)