Gempa Maroko

Hadiri Conference on UNESCO Global Geopark, Sanem Selamat dari Gempa Maroko

Warga yang menjadi korban gempa tidur di tenda, karena tempat kediamannya hancur. Ada juga yang tidur di lapangan tanpa tenda.

Tayang:
IST/Dokumentasi Annyta
Kondisi Masjid Hassan II yang runtuh akibat gempa Maroko. 

Sementara itu, sebanyak 1.204 orang lainnya ditemukan terluka, termasuk 721 orang dalam kondisi kritis.

Kementerian Dalam Negeri Maroko juga mencatat kematian di Provinsi Ouarzazate, Chichaoua, Azilal, dan Youssoufia, Marrakesh, Agadir, dan daerah Casablanca.

Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 6,8 tersebut telah menghantam Maroko bagian tengah.

Menurut US Geological Survey, pusat gempa berada di Pegunungan Atlas Tinggi, 71 kilometer (km) di barat daya Marrakesh, pada kedalaman 18,5 km.

Gempa besar terjadi pada Jumat (8/9) pukul 23.11 waktu setempat (22.11 GMT).

Setelah itu, berselang 19 menit, terjadi gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,9. Kementerian Dalam Negeri Maroko pada Sabtu (9/9/2023) mengatakan, gempa tersebut menewaskan penduduk di beberapa provinsi dan kota madya, seperti al-Haouz, Marrakesh, Ouarzazate, Azilal, Chichaoua, dan Taroudant.

Kementerian itu menambahkan bahwa sedikitnya 329 orang terluka dalam musibah gempa Maroko kali ini.

(del/tas/kompas.com)

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved