Traveling

Wisata Sejarah, Mentok Kota Tua Penuh Segala Kisah

Wisata Sejarah, Mentok Kota Tua Penuh Segala Kisah. Simak ulasan singkatnya versi Tribunner, Rusmin Sopian.

bangkapos.com
Mercusuar Pantai Tanjungkalian Mentok Bangka Barat. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevi) 

POSBELITUNG.CO -- Mentok merupakan kota tua yang berada diujung barat Pulau Bangka. Dimulai pada Tahun   itu 1994, saat itu Penulis, Rusmin Sopian menikah dengan perempuan daerah setempat dan sejak itu secara langsung bersentuhan dengan Kota Mentok walaupun frekuensinya hanya dalam hitungan minggu.

Kemudian pada Tahun 2000, putri kedua penulis lahir dan ia mulai bercengkerama dengan Kota Mentok dalam segala dinamikanya sangat intensif.

Maklum, hampir empat bulan hidup di kota tempat kelahiran istri dan anak. Saat itu penulis adalah Jurnalis Harian Suara Bangka yang memberitakan kegiatan fakta peristiwa dan fakta pendapat di sana.

Tahun 2000 itu pula Kota Mentok kedatangan Megawati Soekarnoputri untuk meresmikan Tugu Soekarno Hatta yang terletak di depan Kantor Pos Mentok.

Baca juga : Wisata Sejarah, Uniknya Cagar Budaya Belitung, Destinasi Wisata Kota Tua yang Sulit Dilupakan

Bagi warga Mentok, keluarga Bung Karno bukanlah warga yang asing. Maklum, Bung Karno lama tinggal di kota itu walaupun dalam status tawanan Belanda.

Tak heran bila beberapa bangunan bersejarah yang pernah menjadi rumah dan ruang presiden pertama RI di Mentok, menjadi bagian bersejarah dari perjuangan bangsa ini. Sebut saja Wisma Ranggam dan Menumbing.

Kota Mentok menjadi ladang persemaian olahragawan di Bangka Belitung saat itu. Kota ini pernah melahirkan juara biliar tingkat nasional dan SEA Games, Kempeng. Demikian pula dalam bidang sepak bola, dua nama pesepak bola asal Mentok pernah mengukir prestasi saat membawa nama besar PS Bangka dalam kancah sepak bola nasional.

Baca juga : Wisata Sejarah Kota Muntok, Anda Juga Bisa Nikmati Indahnya Pantai Sambil Makan Otak-otak

Akil Hasim, striker dari Kampung Tanjung pernah membawa PS Bangka menembus 8 besar PSSI Tahun 1976.

Sementara itu, Agus Salim pernah membawa PS Bangka junior runner up dalam Piala Suratin 1978.

Dalam pertandingan final Piala Suratin tahun 1978 di Stadion Menteng Jakarta, tim junior Bangka itu ditaklukkan new comer dalam persepakbolaan nasional, Persiter Ternate dengan skor yang menyesakkan dada 1-0.

Dalam kehidupan masyarakat, Kota Mentok dikenal sebagai kota yang punya tingkat toleransi yang tinggi. Tak heran bila di Mentok ada nama Kampung Jawe.

Demikian pula hubungan toleransi umat beragamanya yang baik, dapat terpotret dari letak dua tempat ibadah yang saling berdekatan di kawasan terminal lama, yakni Masjid Jami dan Kelenteng Kung Fuk Miaw yang telah berusia ratusan tahun.

Baca juga : Wisata Sejarah, Kunjungi Tempat Ini, Ada Tugu Firaun hingga Patung Ramses II Berusia 3.200 Tahun

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved