Berita Bangka Selatan

Sosialisasi Penyeberangan Perintis, Pemkab Basel Bakal Operasikan Pelabuhan Tanjung Gading

Terutama untuk pelayaran dengan mengangkut langsung kendaraan logistik, maupun kendaraan roda empat milik masyarakat di Kecamatan Lepar.

Tayang:
Penulis: Cepi Marlianto |
(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Zamroni. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Paling cepat akhir tahun 2023 Pelabuhan Tanjung Gading, Desa Penutuk, Kecamatan Lepark Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Kepulauan Bangka Belitung (Babel) segera dioperasikan.

Pengoperasian pelabuhan ini sebagai upaya Pemkab Bangka Selatan menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyebrangan keperintisan di daerah itu.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Zamroni mengatakan, upaya sosialisasi sampai saat ini masih terus dilakukan kepada masyarakat.

Terutama dengan akan beroperasinya pelayaran dari Pelabuhan Tanjung Gading-Pelabuhan Sadai.

Rencananya pelayaran keperintisan yang menghubungkan dua wilayah itu ditargetkan paling cepat pada akhir 2023 dan paling lambat awal tahun 2024 mendatang.

"Kami bersama-sama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD-Red) dengan pihak ASDP selaku operator telah bersama-sama mengadakan sosialisasi kepada perwakilan masyarakat. Terkait rencana keperintisan penyeberangan Sadai-Tanjung Gading," ujar dia kepada Bangkapos.com, Selasa (19/9/2023).

Zamroni memaparkan, keberadaan Pelabuhan Tanjung Gading dinilai cukup strategis untuk melayani penumpang antarpulau. Terutama masyarakat yang ada di empat desa di Kecamatan Lepar.

Yakni, Desa Tanjung Labu, Tanjung Sangkar, Desa Penutuk dan Desa Kumbung serta beberapa pulau lainnya yang ada di Kabupaten Bangka Selatan.

Meskipun pelabuhan itu nantinya beroperasi, pemerintah menjamin mata pencaharian warga sebagai penyedia jasa penyeberangan.

Secara fungsi nantinya tidak hanya akan melayani pengangkutan penumpang saja, melainkan juga angkutan logistik.

Terutama untuk pelayaran dengan mengangkut langsung kendaraan logistik, maupun kendaraan roda empat milik masyarakat di Kecamatan Lepar.

Dengan menghadirkan armada laut yang beroperasi setiap harinya, yakni KMP Korari.

"Dengan beroperasinya Pelabuhan Tanjung Gading nanti tidak akan bertentangan ataupun tidak akan mematikan usaha masyarakat yang ada selama ini. Seperti kapal-kapal kecil nelayan maupun kapal speedboat," urai Zamroni.

Sejauh ini lanjut dia, belum ada aktivitas di pelabuhan itu. Hanya saja kini telah digunakan sebagai tambat labuh para nelayan desa setempat. Kalaupun ada aktivitas, bukan di pelabuhan itu hanya di sekitarnya.

Nantinya pelabuhan itu baru akan melayani satu rute saja. Dari Pelabuhan Tanjung Sadai – Pelabuhan Tanjung Gading maupun sebaliknya. Dengan satu armada laut yang beroperasi setiap harinya. Yakni KMP Korari.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved