Berita Belitung

Wabup Ancam Larang Perjalanan Dinas Kades, Minta Bantu Pemda Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie meminta kepala desa (kades) dapat membantu pemerintah daerah mengatasi permasalahan kemiskinan ekstrem.

Penulis: Rusaidah |
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kantor Bappeda Belitung, Senin (25/9). 

POSBELITUNG.CO - Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie meminta kepala desa (kades) dapat membantu pemerintah daerah mengatasi permasalahan kemiskinan ekstrem.

Dalam rakor membahas kemiskinan ekstrem, di Kantor Bappeda Belitung, Isyak bahkan mengeluhkan sejumlah kades yang telah diundang namun tidak hadir.

Bahkan ia pun mengancam jika tidak serius membantu pendapat mengatasi kemiskinan, kades tersebut tidak diberikan izin melakukan perjalanan dinas.

"Saya paling tidak suka kalau masalah kemiskinan dianggap tidak serius. Kades-kades kalau diundang soal kemiskinan tidak datang sekali mungkin karena ada halangan, oke. Tapi tidak datang berkali-kali dengan topik yang sama, saya anggap kadesnya tidak serius membantu pemerintah daerah mengatasi kemiskinan," ujar pria yang juga Ketua Tim Pengentasan Kemiskinan Ekstrem ini, Senin (25/9).

"Di desanya ada orang miskin ekstrem, tapi tidak punya kepedulian untuk hadir menyampaikan apa solusinya. Saya minta tidak dikasih berangkat kemana-mana tuh kades. Buat apa studi banding sementara di sekeliling dia banyak orang miskin ekstrem," lanjut Isyak.

Dia pun menegaskan agar kepala desa tersebut baru diberikan izin perjalanan dinas sampai telah menyelesaikan persoalan kemiskinan ekstrem di desa.

Disinggung soal langkah pengentasan kemiskinan menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Wakil Bupati Belitung, dia mengatakan bahwa agar kemiskinan ekstrem jangan menjadi aset yang diwariskan kepada yang melanjutkan kepemimpinan.

Menurutnya, permasalahan sosial ini jangan sampai dibiarkan tanpa perbaikan dan solusi yang dapat menjadi tanggung jawab yang tidak dituntaskan terhadap masyarakat.

"Apalagi kemiskinan bisa diatasi kalau mau mengerjakan. Makanya ia meminta kades membantu kami mensuplai data yang benar dan kerja bersama mengentaskan kemiskinan ekstrem di Belitung," paparnya.

Sebanyak 22 warga di Kabupaten Belitung termasuk dalam kategori kemiskinan ekstrem berdasarkan hasil musyawarah desa dan musyawarah kelurahan. Warga tersebut tersebar di sejumlah desa.

Desa yang memiliki warga dengan kemiskinan ekstrem terbanyak yakni Desa Juru Seberang yang berjumlah enam orang.

Kepala Bappeda Kabupaten Belitung Nurman Sunanda mengatakan bahwa ada 8 kriteria penduduk masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.

"Ada kriteria wajib dan kriteria pendukung. Kriteria wajib di antaranya, pengeluaran tidak lebih dari Rp322.170 ribu per orang per bulan," katanya.

Selain itu, tidak memiliki akses telekomunikasi dan akses transportasi bermotor, kepala keluarga tidak bersekolah atau tidak tamat SD, dan tidak mendapat akses terhadap sanitasi yang layak (air bersih).

Kemudian kriteria kemiskinan ekstrem juga tidak memiliki akses jamban keluarga serta tidak memiliki tempat tinggal sehingga tinggal menempati rumah milik orang lain.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved