Berita Pangkalpinang
Kisah Ishadi Kain Cual Jadi Pelopor Kain Cual Babel, Sempat Dicemooh dan Dipandang Sebelah Mata
Isnawaty bercerita awal membuka usaha kain ini sejak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdiri yaitu tahun 2000-an.
POSBELITUNG.CO, BANGKA - Kain cual adalah kain tenun tradisional khas Bangka Belitung.
Dalam perkembangannya, kini kain cual menjadi fesyen yang digunakan masyarakat di berbagai kesempatan.
Motifnya pun beragam. Masing-masing perajin memiliki ciri dan motif yang berbeda-beda.
Berbicara tentang kain cual, tak bisa terlepas dari nama Ishadi Kain Cual.
Ide membuat kerajinan identik yang menjadi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung itu muncul sejak Negeri Serumpun Sebalai memutuskan berpisah dengan Sumatera Selatan pada tahun 2000-an.
Dan figur yang paling berjasa dalam hal ini adalah almarhum suami Isnawaty yaitu Abdul Hadi Muchtar.
Kini kombinasi nama pasangan suami istri ini dipatenkan menjadi nama produk, yaitu Ishadi Kain Cual, yang sekarang dikenal sebagai pelopor kain cual identitas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Isnawaty yang diundang dalam Dialog Ruang Tengah Bangka Pos.com beberapa waktu lalu mengungkapkan sejarah awal hingga sekarang terwujudnya Ishadi Kain Cual.
Kisah ini sangat menginspirasi terutama bagi kaum milenial yang masih belum menentukan atau masih kebingungan potensi apa yang ingin digali dan dikembangkan untuk menjadi pegangan hidup ke depan.
Isnawaty bercerita awal membuka usaha kain ini sejak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdiri yaitu tahun 2000-an.
“Ide itu (buat kain) awalnya muncul dari almarhum suami. Kita ini sudah provinsi, kita harus punya kain identitas daerah,” kata Isnawaty mengenang obrolan dengan suami kala itu.
Isnawaty adalah lulusan sekolah asisten apoteker yang nota bene tidak mengetahui dan memahami keilmuan soal kain tenun dan sejenisnya.
Sedangkan suaminya, adalah orang yang sangat menyukai sejarah.
Apalagi dulu, ada peninggalan kain kaket buyut yang merupakan seorang Demang zaman Belanda sekitar abad 18.
Isnawaty mengingat kain itu berjumlah tiga lembar. Dan motif kain peninggalan kakek buyut itulah awal mula menjadi motif Ishadi Kain Cual.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230928-Isnawaty-owner-Ishadi-Kain-Cual-Bangka-Belitung.jpg)