Militer Israel Paksa Puluhan Anak yang Dirawat di RS Kanker Evakuasi Diri: Pergi Sekarang Juga!
Sejam lalu, rumah sakit khusus anak-anak dengan kanker, Al-Rantisi, diperintahkan melakukan evakuasi segera, yang mana sangat sulit saat ini ...
Penulis: Asmadi Pandapotan Siregar CC | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
POSBELITUNG.CO -- Militer Israel memaksa puluhan anak yang dirawat di Rumah Sakit Anak Al-Rantisi, segera evakuasi diri, Selasa (7/11/2023).
Hal itu menyusul setelah Israel mengancam akan mengebom rumah sakit kanker untuk anak-anak tersebut.
Dikutip dari Al Jazeera, Jurnalis Al Jazeera di Gaza, Hani Mahmoud melaporkan Israel meluncurkan “perang besar” terhadap rumah sakit dan fasilitas kesehatan.
Israel dilaporkan turut mengebom wilayah selatan Gaza yang mereka klaim akan menjadi “zona aman” evakuasi.
Jalur Gaza yang kini dihuni sekitar 2,3 juta jiwa telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007.
“Sejam lalu, rumah sakit khusus anak-anak dengan kanker, Al-Rantisi, diperintahkan melakukan evakuasi segera, yang mana sangat sulit saat ini dengan 1.000 orang di sana,” kata Mahmoud.
"Pergi sekarang juga’, begitu pesan mereka (Israel). Meskipun teror dan trauma akibat serangan udara terus berlanjut, Israel terus menyerang Gaza di mana pun,” lanjutnya.
Baca juga: Inilah Sosok Amichai Eliyahu yang Buat Arab Saudi Murka, Menteri Israel yang Ancam Bom Nuklir Gaza
Baca juga: Biodata Habib Luthfi bin Yahya, Ulama yang Dekat dengan Jokowi Kini Ditunjuk Jadi TKN Prabowo-Gibran
Baca juga: Biodata Budiman Sudjatmiko, Politisi yang Berani Lepaskan Kursi Komisaris BUMN demi Prabowo-Gibran
Dokter Lakukan Operasi Tanpa Obat Bius
Di lain sisi, banyak rumah sakit terpaksa berhenti beroperasi karena kekurangan obat-obatan atau bahan bakar.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sebagian dokter di fasilitas kesehatan yang tersisa terpaksa melakukan operasi, termasuk amputasi, tanpa obat bius.
“Ini adalah orang-orang yang menjaga sistem kesehatan tetap berjalan, dengan dedikasi, mereka menemukan cara untuk mempertahankan layanan tetap berlangsung pada tingkat tertentu,” kata perwakilan WHO, Christian Lindmeier.
WHO pun menyerukan agar pembatasan bantuan medis segera dicabut dan menyebut lebih dari 16 tenaga kesehatan tewas ketika merawat pasien.
Sejak menggempur Gaza pada 7 Oktober 2023 lalu, militer Israel telah membunuh sekitar 10.328 jiwa, termasuk 4.237 anak-anak.
Sementara di Israel, serangan kelompok perlawanan Palestina, Hamas, pada 7 Oktober, dilaporkan menewaskan lebih dari 1.400 orang.
Hagari: Penduduk Harus Tinggalkan Kota Gaza
Perkembangan terbaru, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah mengumumkan pasukan udara dan daratnya meningkatkan operasi mereka di Jalur Gaza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20231108-Orang-orang-melarikan-diri-setelah-serangan-udara-Israel.jpg)