Otomotif

Toyota Agya Dibekali Teknologi Terbaru

Kehadiran mobil murah dari Toyota ini langsung mendapat sambutan positif dari konsumen di Indonesia.

Tayang:
Penulis: Rusaidah | Editor: Novita
Kompas.com
Teknologi dan fitur keselamatan Toyota Agya terbaru menunjang saat berkendara. 

Dasbor ada layar hiburan 7 inci yang sudah mirrorlink, dengan sudah memiliki koneksi bluetooth. 

Kemudian di bawah head unit terdapat kisi-kisi AC dan pengaturannya yang sudah digital.

Toyota Agya juga telah mendapatkan peningkatan fitur safety. Diameter tromol rem belakang ditambah untuk meningkatkan daya pengereman, disinergikan dengan rem cakram di depan dan penggunaan fitur ABS+EBD. Ada juga Rear Parking Sensor, Speed Sensor Lock, Alarm dan Immobilizer,

Isofix serta Seat Belt Warning. Dual Airbags ada di seluruh tipe, lengkap dengan Vehicle Stability Control (VSC) dan Hill Start Assist (HSA) sebagai standar.

Lantas bagaimana dengan rasa berkendara Toyota Agya generasi anyar ini? 

Saat tim redaksi menginjak pedal gas mobil untuk merasakan sensasi berkendara Toyota Agya, daya yang dihasilkan pada putaran bawah cukup responsif, begitu juga di putaran tengah. 

Perpindahan gigi cukup halus, tanpa ada efek jeda. Kami juga sempat menggeser tuas ke S untuk mengendalikan perpindahan gigi secara manual melalui tuas paddle shift pada setir.

Performa yang dihasilkan lebih terasa, selain itu pengemudi juga dapat merasakan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan. 

Ketika diajak bermanuver pada kecepatan tinggi, handling Toyota Agya masih tergolong baik, serta memiliki bantingannya yang cukup halus. 

Dipadukan dengan body yang ramping, cocok dipakai untuk melintasi jalan Ibu Kota yang ramai lalu lintasnya. Menyoal suspensi, Agya memiliki karakter empuk seperti city car pada umumnya.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 88 tk pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 11,52 Nm pada putaran mesin hingga 4.500 rpm.

Performanya cukup baik, jika dibandingkan dengan LCGC dari kompetitor. Menyoal konsumsi bahan bakar, Toyota Agya juga layak mendapat apresiasi.

Selama beberapa hari mencoba di jalur perkotaan, melewati macetnya jalan Ibu Kota pada jam masuk kantor, konsumsi BBM rata-rata bisa mencatatkan 12,6 kilometer per liter. 

Namun tentu saja angka tersebut tidak bisa dijadikan patokan, mengingat banyak faktor yang mempengaruhi masalah konsumsi bahan bakar. 

Mulai dari kondisi jalan, jarak tempuh, gaya berkendara, bahan bakar yang digunakan, kondisi kendaraan, beban barang yang dibawa di kabin, dan sebagainya. 

(Posbelitung.co)

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved