Ngeri! Siswa di Medan Di-bully Kakak Kelas, Diculik lalu Dianiaya Tak Manusiawi, Dicap Besi Panas PA

MH diculik oleh sekelompok pelaku pada pukul 10.00. Korban kemudian dibebaskan pada 17.00. . . .

Tribunnews.com
Ilustrasi korban perundungan. Ngeri! Siswa di Medan Di-bully Kakak Kelas, Diculik lalu Dianiaya Tak Manusiawi, Dicap Besi Panas PA 

POSBELITUNG.CO -- Seorang siswa di Medan, Sumatera Utara ( Sumut ) menjadi korban bully oleh kakak kelas hingga mengalami sejumlah luka, dan Cap P dan A di tangan.

Hal itu terjadi setelah siswa tersebut diculik dan dianiaya oleh kakak kelasnya sendiri.

Adapun korban merupakan siswa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan, berinisial MH (14).

MH menjadi korban penganiayaan pada Kamis (24/11/2023).

Diduga, aksi bullying tersebut terjadi gara-gara permasalahan geng motor.

Pihak sekolah pun membenarkan bahwa MH telah menjadi korban penganiayaan.

Kini, kisah penganiayaan siswa MAN 1 Medan itu pun tengah viral di media sosial.

Baca juga: Biodata Dedi Mulyadi, Dicerai Bupati Purwakarta Kini Sudah Nikah Lagi, Istri Baru Cantik dan Keibuan

Baca juga: Israel Tangkap Hacker Palestina yang Bobol Iron Dome di Malaysia, Agen Turki Pasang Badan untuk Omar

Baca juga: 80 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pilihan Ganda PTS, UTS PJOK Kelas 8 SMP/MTs, Kurikulum Merdeka

Kejadiannya disampaikan oleh kakak korban melalui akun TikTok @anisamwl.

Sang kakak meminta keadilan atas insiden penganiayaan yang terjadi kepada adiknya.

Seorang siswa di Medan diculik dan dianiaya kakak kelas diduga gara-gara persoalan geng motor.
Seorang siswa di Medan diculik dan dianiaya kakak kelas diduga gara-gara persoalan geng motor. (TikTok/@anisamwl)

Menurut penjelasan kakak korban, MH diculik oleh sekelompok pelaku pada pukul 10.00.

Korban kemudian dibebaskan pada 17.00.

Adapun disebutkan bahwa pelaku merupakan senior dan alumni dari MAN 1 Medan.

"Awalnya dia diculik dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore oleh anak-anak yang bersekolah di MAN 1 Medan dan mantan alumni MAN 1 Medan," tulisnya, dilansir dari Tribun-Sumsel.com.

Anisa menjelaskan berbagai tindakan tidak terpuji yang dilakukan para pelaku bullying terhadap sang adik.

Korban dijelaskan dipaksa makan lumpur hingga disodorkan besi panas ke tangannya dan dibentuk huruf PA sampai melepuh.

Bahkan korban pula dipaksa minum air liur para pelaku.

"Para pembuli memaksa adik saya untuk makan lumpur, menghisap sendal, makan daun dan ranting, serta meminum air ludah dari para pembuli," ungkapnya.

"Tidak sampai di situ, adik saya juga disiksa, ditendang, dipukul, dibakar tangannya pakai kunci yang dipanasi api," lanjutnya.

Dugaan Anisa, pelaku bullying terhadap adiknya itu mencapai 20 orang.

Ia pun berharap tim kepolisian bisa segera menuntaskan kasus ini.

Baca juga: Akhir November 2023, Harga Oppo A17k dan Oppo A17 kini Selisih Rp400 Ribu, Cek Harga HP OPPO di Sini

Baca juga: Tanggal 1 dan 2 Desember, Seleksi PPPK 2023 di Beltim, Gusnul Sebut Ada Tes Tambahan di Formasi ini

Baca juga: Warga Setrum Buaya Betina Sungai Arut Kobar Hingga Perutnya Dibelah untuk Cari Jasad Bocah 10 Tahun

Viral di media sosial, seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan diduga menjadi korban bullying.
Viral di media sosial, seorang siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan diduga menjadi korban bullying. (TikTok)

Penjelasan Kepsek

Kepada Kompas.com Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, membenarkan perundungan tersebut. Namun dia belum merinci kapan dan bagaimana kronologi kejadian.

"Betul ada kejadian seperti itu, namun sementara ini detailnya masih ditelusuri dengan pemanggilan siswa yang terindikasi dengan didampingi orang tua.

Kasi kami waktu untuk mendapatkan keterangan yang lengkap, dari siswa dengan melibatkan orangtua siswa," ujar Reza saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon seluler, Sabtu (25/11/2023).

Kata Reza, pihaknya juga akan meminta keterangan dari guru, wali kelas yang sedang bertugas saat peristiwa terjadi. Pihaknya juga telah menjenguk korban pasca-kejadian.

"Kami memohon doa atas kesembuhan dari siswa yang mengalami kejadian yang tidak kita inginkan ini," pungkasnya.

MAS jadi Tersangka 

Selama penculikan tersebut, MH mendapat tindakan kekerasan, seperti disuruh memakan lumpur, menghisap sandal, memakan daun dan ranting, hingga dicap besi panas.

Aksi penganiayaan tersebut dilakukan pada Kamis, (23/11/2023).

Terbaru, kini polisi telah mengamankan satu remaja yang merupakan teman satu kelas korban.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa.

Fathir mengatakan, pelaku berinsisial MAS (14).

"Sudah ditangkap satu orang inisial MAS, statusnya sudah tersangka.

Pelaku ini orang yang pertama memiting korban," kata Fathir, Minggu (26/11/2023), dilansir Surya.co.id dari Tribun-Medan.com.

Baca juga: Doa Sebelum dan Sesudah Belajar, Lengkap dengan Doa Menghadapi Ujian Sekolah agar Diberi Kemudahan

Baca juga: 60 Contoh Soal dan Kunci Jawaban Pilihan Ganda PAT IPS Kelas 7 Semester 2

Baca juga: Harga HP OPPO A17k Resmi Turun Rp 300.000 di November 2023, Cek Spesifikasinya

Ia menjelaskan, saat ini polisi masih mengambil keterangan dari salah seorang pelaku yang ditangkap ini.

"Sedang kita ambil keterangannya saat ini," sebutnya.

Katanya berdasarkan hasil keterangan sementara yang didapat, penganiayaan itu dilatarbelakangi lantaran adanya selisih paham antara kelompok korban dan pelaku.

Korban MH bergabung dengan kelompok Wardi. Sedangkan para pelaku bergabung dengan kelompok Parman.

"Motifnya sementara karena adanya selisih paham antar kelompok ini. Jadi sebelumnya mereka berantam, lalu karena korban sendiri dipukul sama pelaku," ucapnya.

Tiga Lainnya Masih Buron

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam kasus ini pihaknya telah menetapkan empat sebagai tersangka dan tiga diantaranya masih diburon.

"Tiga pelaku lagi masih kita buru, statusnya semua tersangka," bebernya.

Mantan Kapolsek Medan Baru ini juga menghimbau, kepada seluruh orang tua agar mengawasi anak-anaknya terutama yang masih berusia sekolah.

"Himbauannya, hindari kelompok-kelompok seperti ini, karena kelompok ini cukup meresahkan masyarakat Kota Medan, kepada orang tua juga harus mengawasi anak-anaknya," ucapnya.

Seorang siswa di Medan diculik dan dianiaya kakak kelas diduga gara-gara persoalan geng motor.
Seorang siswa di Medan diculik dan dianiaya kakak kelas diduga gara-gara persoalan geng motor. (TikTok/@anisamwl)

Kronologi kejadian

Ayah korban, Rahmat Dalimunthe (49) mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Kamis, (23/11/2023) lalu.

Dari keterangan yang didapat, saat itu anaknya bersekolah seperti biasa. Namun karena ada persiapan menjelang hari guru, maka korban permisi keluar sebentar mengendarai sepeda motor.

Di tengah perjalanan tiba-tiba anaknya dicegat dan dipiting oleh teman satu sekolahnya bernama Alfi Syahri Ramadhan.

Setelah itu ia dibawa ke sebuah tempat yang sudah ada beberapa orang lain menunggu. Sementara Alfi, yang membawa korban langsung pergi.

Lalu korban dibawa pergi kembali ke sebuah tempat. Disinilah ia mengalami dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh Fauzie Alrasyid Siregar, alumni MAN 1 Medan, yang kini disebut berkuliah di UINSU Medan.

"Pertama di telapak tangan, kedua di punggung tangan diolesi minyak Karo setelah itu dibakar kunci sepeda motor menggunakan mancis dan dicap kan ke tangan Habib berbentuk P dan A,"kata Rahmat, ayah korban, Sabtu (25/11/2023). Dikutip dari Tribun-Medan.com

Menurut informasi yang didapat keluarga korban dan teman-temannya, huruf PA yang dicap ke tangan korban menggunakan besi panas merupakan singkatan dari sebuah geng.

Geng ini disinyalir sebagai gerombolan geng motor berisikan anak sekolah dan alumni MAN 1 Medan.

"Saya tanya PA itu ternyata sebuah geng bernama Parman Abadi, yang diketuai oleh Fauzi."

Ayah korban telah membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan pada Kamis (23/11/2023) malam

Motif Pelaku

Menurut informasi yang diterima ibu kroban , Khairani penyiksaan itu dilakukan lantaran anaknya menolak bergabung ke dalam geng diduga geng motor berisikan pelajar MAN 1 Medan dan alumni sekolah tersebut.

Kemudian, penganiayaan ini juga diduga karena alumni maupun siswa yang tergabung ke dalam geng tak senang karena anaknya Muhammad Habib berteman dengan siswa SMA lainnya yang dianggap musuh dari pelajar MAN 1 Medan.

"Habib mau direkrut mereka dan dia pun lebih nyaman berteman dengan siswa sekolah lain. Sama mereka gak." jelasnya.

(*/ Surya.co.id/ TribunJabar.id

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved