Israel Tangkap Hacker Palestina yang Bobol Iron Dome di Malaysia, Agen Turki Pasang Badan untuk Omar

Omar A bertahun-tahun diburu intelijen Mossad karena pernah membobol sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel....

infokomputer.grid.id
Ilustrasi Hacker__ Israel Tangkap Hacker Palestina yang Bobol Iron Dome di Malaysia, Agen Turki Pasang Badan untuk Omar 

POSBELITUNG.CO -- Seorang hacker atau peretas asal Palestina diburu intelijen Israel berhasil diselamatkan organisasi intelijen Turki.

Adapun peretas asal Palestina diburu intelijen Israel usai membobol sistem pertahanan udara Negeri Zionis, Iron Dome. Badan intelijen Turki pun pasang badan dan menyelamatkan peretas itu.

Kini, aparat Turki menahan dua tersangka karena dicuriga sebagai agen mata-mata Israel, Mossad.

Tersangka ketahuan oleh intelijen Turki menyusup ke negara itu tengah menjalankan operasi khusus.

Dua pria Israel itu awalnya mengaku pengusaha yang ingin berbisnis di Turki.

Setelah dilakukan investigasi oleh Kantor Kejaksaan Istanbul dan pengawasan selama bertahun-tahun, ketahuan jika dua pria Israel itu adalah agen mata-mata Mossad.

Satu pria bekerja di Raed Gazzal, sebuah perusahaan yang terkait dengan Badan Intelijen Israel.

Baca juga: Gigi Hadid Marah dan Kesal, Israel Labeli Warga Palestina Sebagai Teroris

Baca juga: Prakiraan Cuaca Babel, Senin 27 November 2023, dari Pagi, Siang dan Malam, Cuaca Ekstrem Mengintai

Baca juga: Biodata Dedi Mulyadi, Dicerai Bupati Purwakarta Kini Sudah Nikah Lagi, Istri Baru Cantik dan Keibuan

Dia bertugas membujuk Omar A yang saat itu bekerja di Turki untuk menerima tawaran pekerjaan dari Gazzal.

Omar A bertahun-tahun diburu intelijen Mossad karena pernah membobol sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel.

Dua tersangka itu adalaj Nikola Radonjic dan Fouad Osama Fouad Hijaz datang ke Istanbul untuk menemui Omar A dengan alasan menawarkan pekerjaan di Gazzal.

Mereka mentransfer uang ke rekening Omar sebagai tanda bukti dan uji coba proyek yang telah mereka siapkan.

Sosok Omar yang Ditakuti Israel

Menurut surat kabar Turki Daily Sabah, Omar, lahir pada tahun 1991.

Dia lulus dari Departemen Ilmu Komputer Universitas Islam Gaza.

Dia juga menulis program hacking untuk Kementerian Dalam Negeri Gaza.

Program ini kabarnya mampu meretas ponsel dan menarik perhatian Israel.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved