Berita Belitung
Kasus DBD Belitung Melonjak, DPRD Belitung Minta Dinas Kesehatan Koordinasi Soal Nyamuk Wolbachia
DPRD Kabupaten Belitung memanggil dinas kesehatan, puskesmas, dan RSUD Marsidi Judono dalam rapat dengar pendapat (RDP), Senin (18/12/2023).
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - DPRD Kabupaten Belitung memanggil dinas kesehatan, puskesmas, dan RSUD Marsidi Judono dalam rapat dengar pendapat (RDP), Senin (18/12/2023).
Hal tersebut menindaklanjuti terjadinya lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD).
Dari rapat ini, DPRD Belitung menyarankan agar dinas kesehatan dapat berkoordinasi dengan Kemenkes soal nyamuk ber-wolbachia.
"Langkah preventif perlu dilakukan secara konkret, jika perlu dinkes silakan berkoordinasi dengan Kemenkes terkait nyamuk ber-wolbachia yang saat ini dilakukan ujicoba di lima daerah. Belitung kan belum," kata Ketua Komisi III DPRD Belitung Suherman yang akrab disapa Awat, saat rapat dengar pendapat.
Sebagai informasi, nyamuk Wolbachia merupakan inovasi pemerintah dalam menekan kasus DBD.
Wolbachia adalah bakteri alami dari 6 dari 10 jenis serangga.
Baca juga: Jumlah Pasien DBD Melonjak Signifkan, RSUD Marsidi Judono Belitung Tambah Bed Ruang Anak
Wolbachia dalam tubuh nyamuk aedes aegypti dapat menurunkan replikasi virus dengue sehingga dapat mengurangi kapasitas nyamuk tersebut sebagai vektor dengue.
Ketika nyamuk aedes aegypti dengan wolbachia berkembang biak di populasi nyamuk, maka kasus dengue akan menurun.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan melakukan implementasi awal program Wolbachia di lima kota yakni Semarang, Bandung, Jakarta Barat, Bontang, Kupang, dan Denpasar.
Menurut Awat, banyaknya kasus DBD hingga menyebabkan 9 kasus meninggal dunia yang 7 di antaranya terjadi pada anak-anak merupakan kejadian yang menyedihkan.
Sehingga perlu diambil langkah yang lebih sigap dan tanggap menanggapi kasus ini, terutama di tengah musim penghujan.
Dari rapat bersama yang dihadiri seluruh anggota Komisi III bersama Dinas Kesehatan, puskesmas, dan RSUD Marsidi Judono, DPRD Belitung memberikan sejumlah rekomendasi.
Dalam rekomendasi tersebut, lanjutnya, DPRD Belitung meminta Bupati Belitung agar memerintahkan seluruh jajarannya untuk melakukan langkah-langkah pencegahan penularan DBD secara cepat dan tepat.
Selain itu, terhadap data pasien yang pernah terkena DBD harus disimpan secara benar. Serta perlu dilakukan kerja sama dengan pihak swasta untuk menekan penyakit DBD.
"Kami juga merekomendasikan pengadaan vaksin DBD pada RAPBD mendatang," katanya.
Ia menambahkan, penanganan penyakit DBD perlu menjadi perhatian semua pihak. Terutama kesadaran melakukan pencegahan dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Awat juga meminta dinas kesehatan agar lebih memberdayakan puskesmas untuk melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat.
(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20231218-Rapat-dengar-pendapat-di-DPRD-Belitung-membahas-soal-penanganan-DBD.jpg)