Berita Pangkalpinang

Pj Gubernur Bangka Belitung Keluarkan 4 Instruksi Pengendalian Inflasi

Untuk mengendalikan inflasi di Negeri Serumpun Sebalai, diperlukan langkah-langkah cepat, tepat, fokus, terpadu

Tayang:
Penulis: Suhendri CC |
Bangkapos.com/Rifqi Nugroho
Pejabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Safrizal ZA. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Safrizal ZA mengeluarkan Instruksi Gubernur Babel Nomor 500/148/IV Tahun 2023 tentang Pengendalian Inflasi Menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di Provinsi Babel.

Untuk mengendalikan inflasi di Negeri Serumpun Sebalai, diperlukan langkah-langkah cepat, tepat, fokus, terpadu, dan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dengan memberikan instruksi kepada seluruh bupati/wali kota se-Provinsi Babel.

"Empat instruksi ini harus dilakukan secara kolaborasi, sinergi antarsemua pemangku kepentingan," kata Safrizal dalam rilis yang diterima Bangka Pos, Rabu (20/12/2023).

Empat instruksi yang dikeluarkan pada Senin (18/12/2023) tersebut, yakni pertama, melakukan upaya pemantauan secara berkala terhadap kecukupan stok barang kebutuhan pokok dan stabilisasi melalui operasi pasar bekerja sama dengan Bulog, distributor, pedagang besar, dan petani/peternak pada masing-masing daerah.

Kedua, mendorong optimalisasi pelabuhan laut dan darat untuk kelancaran distribusi.

Ketiga, menyelesaikan kendala dan peningkatan sarana distribusi BBM dan gas.

Terakhir, melakukan moral suasion dalam rangka membentuk ekspektasi masyarakat atas harga bahan pokok penting dengan mengampanyekan tidak boros pangan.

"Instruksi in dikeluarkan untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya," ujar Safrizal.

Sebelumnya, Safrizal sudah meresmikan rumah pembibitan atau nurseri Kelompok Tani (Poktan) Timur Makmur di Desa Air Mesu Timur, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (6/12/2023).

Nurseri perbenihan cabai dan bawang merah dengan sistem soil block ini merupakan bantuan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan).

Diharapkan, melalui rumah pembibitan cabai dan bawang merah akan menggeliatkan lagi penanaman cabai dan bawang merah di Babel, serta mengendalikan inflasi sebab cabai ikut memengaruhi tingkat inflasi di Babel.

Menurut Safrizal, suksesnya pembenihan tersebut tidak menutup kemungkinan Babel akan menjaga kestabilan harga.

Ia menargetkan harga cabai pada Mei 2024 turun 50 persen dari harga sekarang yang mencapai Rp100 ribu per kilogram.

Adapun strategi jangka menengah untuk pengendalian inflasi yang segera dieksekusi seperti ekstensifikasi pertanian melalui inisiasi lumbung pangan di Bangka Selatan, Gerakan Tanam Cabai untuk skala rumah tangga dan wajib bagi aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Babel nantinya sebagai percontohan, hingga upaya menambah frekuensi penerbangan, paralel strategi jangka pendek melalui aksi konkret secara mikro terus dijalankan seperti pasar murah on the spot.

"Kita juga akan memanfaatkan pekarangan rumah dinas gubernur sebagai kebun percontohan untuk penanaman cabai. Kebun percontohan ini nantinya bisa menjadi objek kunjungan bagi masyarakat, anggota PKK dari kabupaten/kota, maupun anak-anak sekolah sebagai media pembelajaran dalam bertanam cabai," tutur Safrizal. (*/shi)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved