Perang di Palestina

Cukup Beri Pintu Penyebrangan, Ribuan Milisi Houthi Siap Berangkat ke Gaza Bertempur Habisi Israel

Ribuan milisi Houthi siap berangkat ke Gaza bertempur membantu Hamas habisi zionis Israel, cuma minta negara tetangga izinkan untuk menyebrang

Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
Kredit Foto: Yahya Arhab/EPA, via Shutterstock
Milisi Houthi, Yaman siap diberangkatkan ke Gaza, Palestina untuk bertempur habis-habisan membantu Hamas melawan zionis Israel 

POSBELITUNG.CO, - Milisi Houthi hingga saat ini masih terus konsisten untuk mendukung dan membantu Hamas berperang melawan zionis Israel.

Tak hanya di laut saja, Houthi pun siap bertempur melawan Israel di darat atau bertempur di kota.

Ribuan milisi Houthi saat ini sudah siap untuk diberangkatkan ke Gaza, Palestina untuk bertempur habis-habisan melawan Israel.

Pemimpin kelompok Ansarallah di Yaman, Abdul-Malik Badruldeen al-Houthi mengatakan saat ini ribuan milisinya siap untuk diberangkatkan ke Gaza Palestina.

Mereka hanya meminta negara-negara yang memisahkan Yaman dari Palestina untuk membuka perbatasan agar milisi Houthi bisa menyeberang masuk ke Gaza.

"Al-Houthi mengatakan, kelompok Ansarallah meminta negara-negara yang memisahkan Yaman dari Palestina untuk membuka seluruh penyeberangan bagi mujahidinnya untuk memasuki Palestina," tulis laporan PC dikutip dari Al-Jazeera.

Pemimpin kelompok Ansarallah itu melontarkan pernyataan itu dalam pidatonya yang disiarkan secara luas melalui televisi pada Rabu (20/12/2023).

Targetkan Kapal Perang AS

Al-Houthi juga mengatakan kalau militernya siap melakukan eskalasi di Laut Merah, jika Israel tidak mengakhiri genosida di Gaza.

Dia bahkan mengancam akan menargetkan kapal perang AS sebagai tanggapan atas setiap serangan terhadap Yaman.

“Kami tidak akan berdiam diri jika Amerika memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan bodoh dengan menargetkan negara kami,” kata al-Houthi 

November lalu, kelompok Ansarallah mengumumkan kalau mereka menargetkan kapal apa pun yang dimiliki atau dioperasikan Israel di Laut Merah, sampai Israel mengizinkan makanan dan bahan bakar dibawa ke Jalur Gaza yang terkepung.

“Dukungan untuk Palestina didasarkan pada konsensus rakyat dan politik” di Yaman, kata al-Houthi.

Al-Houthi juga menekankan kalau mereka tidak menargetkan kapal-kapal internasional, namun hanya kapal-kapal yang terkait dengan “musuh Zionis”.

“Negara-negara lain tidak boleh melibatkan diri dan mengorbankan diri demi kepentingan Israel,” dia memperingatkan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved