Perang di Palestina

Joe Biden Tergiur Rp2,2T, Diam-Diam Jual Senjata ke Netanyahu, Bersitegang Soal Uang Pajak Palestina

Tergiut dapat Rp 2,2 Trilliun, Joe Biden diam-diam jual senjata ke Netanyahu, sempat bersitegang soal uang pajak Palestina tak caik

Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
BRENDAN SMIALOWSKI/AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) menyambut Presiden AS Joe Biden setibanya di bandara Ben Gurion Tel Aviv pada 18 Oktober 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. 

POSBELITUNG.CO, WASHINGTON -  Israel tak khawatir lagi kekurangan amunisi untuk berperang melawan pejuang Hamas di Palestina.

Saat ini Israel sudah mendapatkan tambahan amunisi baru untuk digunakan para tentaranya.

Diketahui Israel mulai kehabisan amunisi setelah tentaranya banyak yang kalah perang melawan pejuang Hamas di Jalur Gaza Palestina.

Kini Israel berhasil menambah stok amunisinya setelah membelinya dari sekutu abadinya Amerika Serikat.

Belakangan rupanya diketahui ternyata senjata tersebut dijual oleh Presiden Amerika Serikat, Joe Biden secara diam-diam ke Israel.

Ia tergiur setelah dirayu oleh PM Israel, Benjamin Netanyahu yang bersedia membayarnya senilai 147,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 2.270 triliun (kurs Rp 15.390).

Kesepakatan Joe Biden menjual senjata ke Netanyahu itu dilakukan secara diam-diam dan tanpa sepengetahuan dewan Amerika Serikat atau Kongres AS.

Kabar Joe Biden menjual 14 ribu amunisi kepada Netanyahu senilai Rp 2,2 Trilliun itu dikabarkan oleh media Lemonade.

Keputusan seperti itu biasanya jarang terjadi, namun dengan dalih keadaan darurat Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu akhirnya dapat melakukan pembelian senjata tanpa harus memenuhi persyaratan peninjauan Kongres yang biasanya berlaku untuk penjualan peralatan kepada militer asing.

"Menteri Luar Negeri menetapkan bahwa ada keadaan darurat yang memerlukan penjualan segera persenjataan kepada pemerintah Israel sehingga mengabaikan persyaratan normal untuk ditinjau oleh kongres," tulis pernyataan Departemen Luar Negeri AS (Deplu).

“Amerika Serikat berkomitmen terhadap keamanan Israel, dan sangat penting bagi kepentingan nasional AS untuk memastikan Israel mampu mempertahankan diri terhadap ancaman yang dihadapinya,” imbuh Deplu AS.

Sejak perang di Gaza pecah pada 7 Oktober lalu, Amerika diketahui aktif mengirimkan pasokan senjata ke Israel.

Hubungan mesra yang terjalin antara Amerika Serikat dengan Israel bahkan membuat Washington rela mengirimkan bom presisi Spice Family Gliding Bomb Assemblies dengan nilai 320 juta dolar pada awal Desember kemarin.

Baru – baru ini Amerika juga turut memesan pesawat tempur tambahan untuk memperkuat skuadron A-10, F-15 dan F-16 di pangkalan militer Israel.

AS mengklaim senjata perang ke Israel merupakan bentuk dukungan untuk menjaga keamanan Timur Tengah dari ancaman Hamas. Namun tindakan ini mendapat sorotan negatif dari sejumlah pihak.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved