Berita Pangkalpinang

Bangka Belitung Perkuat Produksi Komoditas Lokal

Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Safrizal ZA bersyukur karena inflasi tahunan di Bangka Belitung turun ke angka 2,65 persen

Penulis: Suhendri CC |
Bangka Pos / Adi Saputra
Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Safrizal ZA. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Safrizal ZA bersyukur karena inflasi tahunan di Bangka Belitung turun ke angka 2,65 persen.

“Kalau di bulan November (2023) kita 3,8 persen, di bulan Desember kita turun satu poin menjadi 2,65 persen,” katanya, Rabu (3/1/2024).

“Jadi situasi inflasi kita dalam dua bulan ini cukup baik dengan penurunan lebih dari satu poin,” ujar Safrizal.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain, ketersediaan bahan pokok yang cukup, pendistribusian yang baik, serta kelancaran arus barang.

“Dan tidak terjadi panic buying dari masyarakat kita karena di natal dan tahun baru ini semua disosialisasikan bahwa bahan pokok cukup,” katanya.

Lebih lanjut, Safrizal mengatakan, dalam mempertahankan stabilitas laju ekonomi, pihaknya akan memperkuat produksi komoditi dalam daerah.

"Jika kita bisa mempertahankan tren turun kita (inflasi) yaitu dengan cara memperkuat produksi komoditas di kita, maka kita bisa mempertahankan tren. Kemudian juga mengaktifkan gerakan tanam yang akan kita launching bersama-sama bupati wali kota se-Bangka Belitung," tuturnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), gabungan dua kota di Bangka Belitung, yakni Pangkalpinang dan Tanjungpandan, pada Desember 2023 mengalami deflasi 0,04 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Deflasi bulanan utamanya disumbangkan oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan andil -0,1031 persen, seperti aneka ikan laut (ikan selar, ikan kerisi, dan cumi-cumi).

Adapun secara tahunan (year on year/yoy), Negeri Serumpun Sebalai mengalami inflasi 2,65 persen, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,87 persen (yoy).

Secara tahunan, angka inflasi Bangka Belitung masih berada dalam sasaran inflasi nasional yaitu sebesar 3±1 persen.

Secara spasial, Kota Tanjungpandan mengalami deflasi bulanan 0,57 persen (mtm), dan merupakan angka deflasi ke-2 terdalam se-Indonesia. Deflasi tersebut bersumber dari komoditas ikan kerisi, ikan selar, dan cumi-cumi.

Secara tahunan, Tanjungpandan mengalami inflasi 3,80 persen (yoy) dengan indeks harga konsumen (IHK) 119,93, yang bersumber dari komoditas beras, angkutan udara, dan cabai merah.

Angka inflasi tersebut lebih rendah dari bulan sebelumnya yaitu sebesar 5,89 persen (yoy).

Sementara itu, Kota Pangkalpinang mengalami inflasi bulanan 0,26 persen (mtm) yang bersumber dari kenaikan harga angkutan udara, bawang merah, dan emas perhiasan.

Secara tahunan, ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami inflasi 2,01 persen (yoy) dengan IHK 115,94, terutama bersumber dari komoditas beras, rokok kretek filter, dan cabai merah.

Angka inflasi tahunan Pangkalpinang juga lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yaitu sebesar 2,75 persen (yoy). (x1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved