Berita Bangka Barat
Perbaikan Jalan Putus di Desa Teluk Limau-Cupat Ditargetkan Rampung 3 Hari
Camat Parittiga, Adhian Zulhajjany memastikan, jalan yang terputus akibat hujan deras pada Minggu (14/1), ditargetkan selesai pada Selasa (16/1).
Penulis: Ajie Gusti Prabowo |
PARITTIGA, POSBELITUNG.CO - Camat Parittiga, Adhian Zulhajjany memastikan, jalan yang terputus akibat hujan deras pada Minggu (14/1), ditargetkan selesai pada hari ini, Selasa (16/1). Di mana, lokasi jalan putus berada di Jalan Raya Cupat-Teluk Limau, Jalan Raya Pelawan Teluk Limau, dan Jalan Perantau RT 14 Desa Teluk Limau.
"Tiga titik itu hari ini selesai, untuk pembuatan jalan daruratnya, bisa dilewati roda empat. Tapi ini sifatnya sementara karena hanya ditimbun pasir dan dipasang gorong-gorong," kata Adhian.
Selain ditimbun pasir, dikatakan Adhian, jalan yang terputus itu juga dipasang kayu, untuk menyambungkan jalan sehingga dapat dilewati pengendara. "Itu bersifat sementara juga, dan ke depan sedang proses dari pekerjaan umum, kita akan mengaspal ulang dan permanen, jalan tersebut," ujarnya.
Diakuinya, pihak pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Balai Sungai dari Kementerian PU yang ada di Babel, dalam upaya normalisasi sungai di desa setempat. "Mereka sudah mengambil fotonya untuk menormalisasi sungai di situ, dan pemerintah daerah koordinasi dengan pemilik tambak, dekat jalan yang rusak, mempertegas masalah aliran sungai biar teratur," katanya.
Diketahui, sebelumnya Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming memantau langsung, kegiatan perbaikan jalan aspal yang terputus, akibat hujan deras di Desa Teluk Limau dan Desa Cupat, Kecamatan Parittiga Kabupaten Bangka Barat, pada Senin (15/1). "Mulai kemarin tim Pemkab Bangka Barat, bersama TNI/Polri, BPBD, Basarnas, Tagana, Perkimhub dan PUPR turun ke lapangan melihat empat titik jalan dari Cupat ke Teluk Limau terputus," kata Bong Ming Ming.
Ia menambahkan, instansi terkait terjun langsung untuk melakukan penanganan dan mengambil langkah cepat, dalam pembuatan talud, memasang gorong-gorong dan hal lainnya. "Insya Allah targetkan dari waktu satu sampai tiga hari semua ini, bisa diselesaikan. Semua selesai segera dan akses jalan Cupat ke Teluk limau kembali normal," jelasnya.
Menurutnya, kronologis putusnya jalan, terjadi karena terjadinya curah hujan tinggi dan terjadi pasang air laut. Sehingga mengakibatkan beberapa titik jalan yang dilalui oleh air, menggerus sejumlah jalan beraspal. "Kita telah melakukan pemetaan, melihat titik sungai dan lokasi banjir yang bakal terjadi ke depan. Telah kita data ke depannya," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, akses jalan penghubung Desa Teluk Limau dan Desa Cupat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat terputus akibat gorong-gorong rusak dan hanyut diterjang banjir, pada Minggu (14/1). Dari laporan BPBD Bangka Barat, tidak ada korban jiwa, maupun korban mengungsi akibat kejadian itu. Hanya empat gorong-gorong jalan penghubung antara Desa Cupat dan Desa Teluk Limau rusak berat akibat dihantam banjir.
Kepala BPBD Bangka Barat, Achmad Nursyandi mengatakan, telah banyak upaya yang telah dilakukan TRC BPBD Bangka Barat. Mulai dari mendatangi lokasi hingga berkoordinasi dengan instansi lain, untuk memperbaiki jalan.
"Saya bersama Wakil Bupati Bangka Barat, telah melakukan pemantauan ke lokasi kejadian. Melakukan tindakan yang diperlukan sesuai Standar Operasional (SOP) kebencanaan," kata Nursyandi, Senin (15/1).
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanggulangan lebih lanjut. "Situasi akhir, kami telah berkoordinasi dengan PUPR Bangka Barat untuk melakukan perbaikan jalan yang rusak tersebut," jelasnya.
Kades Cupat, Gegha Khris Kharisma mengatakan, kondisi jalan yang putus berada di dekat lokasi tambak udang di Desa Cupat. "Kondisi jalan putus ada dekat tambak udang, jalanya terputus semua. Jumlahnya satu titik di Desa Cupat dan tiga titik di Desa Teluk Limau," kata Gegha.
Untuk akses jalan, dikatakan Gegha tak mengganggu warga di kedua desa tersebut, antara Desa Cupat dan Teluk Limau, karena ada jalan alternatif lainnya yang dapat dilewati warga. "Dari BPBD juga sudah melihat, mereka langsung membuat jembatan darurat di mana tempat jalan yang putus. Sejauh ini jalan lain masih ada, hanya memutar, tidak terlalu jauhlah sekitar 5 menit," ujarnya. (riu)
| Ibu-ibu PNS di Babar Diduga Panik Sandalnya Nyangkut di Pedal Gas Innova, Mobil Pun Liar, 1 Tewas |
|
|---|
| Apes Nasib Sopir Truk Bawa 10 Ton Pupuk Subsidi, Dijanji Upah Rp9 Juta Malah Jadi Tersangka di Babar |
|
|---|
| Pemudik Antre Berjam-jam Untuk Bisa Masuk Feri di Tanjungkalian |
|
|---|
| Puncak Arus Mudik di Tanjungkalian Mentok, Tunggu Hingga 12 Jam, Pemudik Gelar Tikar Menunggu Kapal |
|
|---|
| Dua Dokter PNS RSUD Bangka Barat Dipecat, Mangkir Berbulan-bulan, Spesialis Jantung Dibiayai Pemda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240116-Akses-jalan-penghubung-Desa-Teluk-Limau-dan-Desa-Cupat-putus.jpg)