Berita Belitung Timur

Camat Simpang Renggiang Panen Padi Milik Warga

Keluarga Sarni melakukan panen padi di lahan seluas lebih kurang 1,5 hektare (Ha) di Desa Aik Madu, Simpang Renggiang, Belitung Timur, Selasa (6/2).

Tayang:
Penulis: Rusaidah |
Istimewa/Dok. Camat Simpang Renggiang
Camat Simpang Renggiang Adi Yusman saat melakukan panen padi di Desa Aik Madu, Simpang Renggiang. 

POSBELITUNG.CO - Keluarga Sarni melakukan panen padi di lahan seluas lebih kurang 1,5 hektare (Ha) di Desa Aik Madu, Simpang Renggiang, Belitung Timur, Selasa (6/2).

Diketahui bahwa panen padi di lahan milik Sarni ini termasuk yang terakhir karena sebelumnya lahan-lahan sawah milik warga lain sudah lebih dulu panen.

Camat Simpang Renggiang Adi Yusman mengatakan, panen padi ini merupakan wujud dari kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat yang saat ini tengah digencarkan pemerintah.

"Di level kabupaten sendiri, di Belitung Timur ada program kepala daerah yaitu Yuk ke Ume. Ini salah satu hasilnya, tentu dengan pendampingan dari penyuluh pertanian di tiap desanya," kata Adi kepada posbelitung.co, Selasa.

Adi mengaku senang karena banyak wargaya yang mau bertani, setidaknya untuk keluarganya sendiri. Hal itu menurutnya membuktikan bahwa masyarakat mau mandiri dan memanfaatkan pekarangan rumahnya.

Adi bilang, warganya banyak yang menanam padi, kemudian tumbuhan sayur-sayuran hingga bawang-bawangan. Karena itu dia ingin makin banyak lagi warganya yang memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami tanaman produktif.

"Karena selain bisa hemat, bisa juga menekan angka inflasi di tengah harga-harga bahan pangan yang melonjak saat ini. Dengan berkurangnya permintaan maka akan menurunkan harga komoditi tersebut," kata Adi.

Dia berharap dengan banyaknya hasil yang didapatkan para warganya dari bertani, makin banyak warga juga yang tertarik untuk bertani minimal di pekarangan rumahnya sendiri.

Sementara itu, puluhan kilogram padi dipanen Sarni dan keluarga. Sawah miliknya seluas kurang lebih 1,5 Ha berhasil dipanen sejak ditanaminya akhir Agustus 2023 lalu. Menurutnya, panen ini merupakan panen perdana sejak dia menanami pekarangannya dengan padi.

"Alhamdulillaah bisa panen hari ini. Belum semua dipanen karena banyak. Lanjut besok lagi," kata Sarni.

Sarni mengaku, kendala dalam menanam padi di pekarangannya yaitu kondisi cuaca yang tidak menentu karena cuaca beberapa bagian sawahnya menjadi tidak bagus padinya.

Meski begitu, dia sudah melakukan pemupukan dengan memakai kotoran hewan supaya kerusakan padi tidak menyebar ke padi di sekitarnya.

Dia merasa bersyukur bisa panen di sawah miliknya karena saat ini harga beras mahal sehingga dirinya tidak perlu membeli beras lagi untuk makan.

"Alhamdulillah bisa hemat. Berasnya untuk makan sendiri saja. Sangat terbantu dengan panen padi jadi yang awalnya buat beli beras bisa buat beli yang lain," kata Sarni. (s1/posbelitung.co)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved