Berita Belitung Timur

Kadispora Minta KONI Beltim Berhemat, Rapat dan Latihan Luar Daerah Dikurangi Dulu

Kadispora Belitung Timur, Amrizal meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Beltim untuk melakukan efisiensi anggaran secara ketat.

Tayang:
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Fitriadi
Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha
MINTA KONI BERHEMAT - Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Belitung Timur, Amrizal saat memberikan keterangan kepada media. Amrizal secara tegas meminta KONI dan pengurus cabor untuk melakukan efisiensi anggaran secara ketat, termasuk membatasi agenda luar daerah serta pengadaan perlengkapan atlet berspesifikasi mewah. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Belitung Timur, Amrizal meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Beltim untuk melakukan efisiensi anggaran secara ketat.

Hal ini karena keterbatasan keuangan daerah dalam membiayai persiapan menghadapi ajang bergengsi Porprov 2026.

Amrizal mengingatkan agar pihak pengurus cabor maupun KONI berani memangkas program kerja yang dinilai kurang mendesak dan banyak memakan biaya.

Aktivitas seperti latihan atau uji coba tanding ke luar daerah, serta agenda rapat koordinasi luar daerah yang tidak terlalu penting diminta untuk ditiadakan dulu, paling tidak untuk tahun ini.

"Kalau sebelumnya mungkin harus (latihan) ke luar gitu ya, ga usah dulu. Kemudian kalau misalnya ada rakor ke luar daerah, coba dikurangi. Jadi kita bisa berhemat," kata Amrizal dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: Khawatir Cabor Favorit Absen Porprov 2026, Dispora Beltim Upayakan Suntikan ABT

Selain itu, Amrizal juga menyoroti pengadaan perlengkapan olahraga para atlet yang kerap kali menuntut spesifikasi mewah. Menurutnya, tidak masuk akal jika dalam kondisi sedang seret, pengurus cabor justru memaksakan pembelian atribut premium yang harganya selangit.

"Ya carilah perlengkapan yang bersesuaian. Misal, basket harus pakai (sepatu) Nike Rp6 juta, enggak mungkinlah dari mana uangnya," kata Amrizal.

Amrizal membandingkan bahwa perlengkapan olahraga standar dan merek yang sudah diakui internasional sebenarnya masih memiliki harga yang bisa dijangkau.

"Pakai yang standar lah, Adidas aja misalnya itu yang Rp1,6 juta misalnya. Carilah yang standar tapi di satu sisi tetap bisa hemat," kata Amrizal.

Amrizal mengakui, barang terbaik memang menjadi hak bagi atlet saat bertanding di arena. Namun, ia mengatakan saat ini momentumnya belum tepat karena sisa anggaran daerah harus dibagi secara proporsional untuk kepentingan yang lain.

"Sebenarnya oke, itu hak atlet. Tapi, belum saatnya," kata Amrizal.

Amrizal lantas menantang para atlet untuk membuktikan kualitas mereka terlebih dahulu di atas arena ketimbang meributkan masalah fasilitas dan kelengkapan yang mewah.

Jika para atlet mampu menembus level nasional atau bahkan internasional, maka bonus besar serta sponsor perlengkapan olahraga dari merek apa pun dipastikan akan datang secara sendirinya tanpa perlu mengandalkan APBD daerah.

"Kejar prestasi, jadi atlet nasional, internasional, kejar itu. Pasti kamu dapat bonus uang yang banyak, dapat sponsor baju dan sepatu apa aja bisa," kata Amrizal.

Terakhir, Amrizal berpesan kepada seluruh atlet Belitung Timur agar tetap menjaga api semangat bertanding dan tidak loyo. Sebab, pembinaan dan apresiasi yang lebih tinggi dari pemerintah dipastikan menyusul seiring dengan bukti prestasi yang ditorehkan di lapangan.

"Atlet jangan putus semangat, kuat fisik serta mental. Jangan baru denger enggak ada duitnya udah kendor gitu," kata Amrizal.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved