Berita Belitung
Kisah Perjalanan Suku Sawang Belitung Dalam Sendratari Ameng, Bikin Rindu Laut
Kisah perjalanan Suku Sawang Belitung di Pulau Belitung kini diangkat dalam sendratari Ameng.
POSBELITUNG.CO - Kisah perjalanan Suku Sawang Belitung di Pulau Belitung kini diangkat dalam sendratari Ameng.
Pementasan sendratari berlangsung di Gedung Nasional Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (26/2/2024).
Cahaya seperti terhisap, ruangan menjadi gelap dan sambutan riuh tepuk tangan penonton terdengar menggema seisi Gedung Nasional.
Penampilan sendratari Ameng oleh Sanggar Seni Pelita Budaya yang telah usai memberi kesan mendalam bagi penonton yang menyaksikan.
Pentas sendratari Ameng menampilkan perjalanan Suku Sawang, satu di antara suku minoritas yang hidup di Pulau Belitung. Karya ini menjadi garapan Rosdian Asri Prihatino sebagai koreografer dan Diar Budiman sebagai komposer.
Dulunya Suku Sawang tinggal di atas kapal di tengah lautan. Para penari pun membawakan kisah hidup Suku Sawang yang hidup menghadapi badai di lautan lepas, teriknya matahari siang dan gelapnya malam.
Panggung berlatar belakang hitam, tata lampu dan suara musik pengiring semakin membuat dramatis kisah Suku Sawang. Tak saja dramatis, sendratari ini mampu membikin penonton bergidik ketika menyaksikan momen ritual-ritual yang menjadi tradisi suku laut ini.
"Dalam pementasan ini, kami merangkum dari awal perjalanan mereka di atas kulek (sejenis kapal kayu berukiran kecil), melihat bintang-bintang, lelaki Suku Sawang menombak ikan dan perempuannya juga mahir menyelam," kata koreografer Ameng, Rosdian seusai pentas.
Baca juga: Peserta KBKM di Beltim Tampilkan Hasil Karya Anyaman Lais hingga Kamus Digital Bahasa Suku Sawang
Akhir pentas, menampilkan monolog yang menceritakan kerinduan akan lautan, karena kini Suku Sawang telah hidup di daratan.
Kisah yang ditampilkan merupakan hasil riset Sanggar Seni Pelita Budaya dari Suku Sawang Gantung. Juga narasumber seperti budayawan Belitung Fithrorozi, penulis buku 'Kulek Terakhir' Wahyu Kurniawan, Aswin Pratama dan Wulan Febrianti.
Penampilan Ameng pun menjadi keberhasilan sanggar tersebut melewati kurasi Galeri Indonesia Kaya. Dari 418 sanggar, terpilihlah 10 sanggar yang di antaranya ialah Sanggar Seni Pelita Budaya dari Belitung.
Rosdian mengatakan, tema Suku Sawang memiliki nilai dan keunikan tersendiri. Suku laut yang terkenal sebagai penyelam dan nelayan andal ini memiliki daya tarik tersendiri sehingga terpilih sebagai tema garapan.
Setelah lolos kurasi, pertunjukan sendratari ini memerlukan 15 kali latihan persiapan tarian. Sanggar tersebut juga mengubah dekorasi Gedung Nasional agar bisa menjadi panggung pertunjukan dengan latar belakang hitam dan pencahayaan yang menonjolkan peran para penari.
"Antusias penontonnya luar biasa, satu minggu sebelum pementasan tiket sudah sold out banyak yang DM untuk mendapatkan tiket, dari sanggar Beltim yang ikut menyaksikan pagelaran ini. Ini kapasitas 300 orang sudah full banget," tuturnya. (del/posbelitung.co)
Suku Sawang
Sanggar Seni Pelita Budaya
Sendratari Ameng
Kabupaten Belitung
Bangka Belitung
Posbelitung.co
| Bupati Belitung Tinjau Dermaga Suak Kemang yang Rusak Parah, Siap Diusulkan ke KNMP |
|
|---|
| Ratusan Pelajar Ikuti Festival Olahraga Usia Dini Yang Digelar Dispora Belitung |
|
|---|
| Slank Guncang Pantai Tanjungpendam, Ribuan Penonton Larut dalam Konser Spektakuler |
|
|---|
| 600 Atlet Ramaikan Laskar Pelangi Taekwondo Challenge 2026 di Tanjung Kelayang |
|
|---|
| MyBCA Belitung Multisport Festival 2026 Siap Digelar, Libatkan Lebih dari 1.000 Peserta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Suasana-penampilan-sendratari-Ameng-di-Gedung-Nasional-Tanjungpandan-Belitung-Senin-262-malam.jpg)