Tanah Longsor di Bengkulu

BPS Berencana Panggil Kontraktor Bersihkan Rumah Korban Tanah Longsor di Bengkulu

BPS berencana memanggil pihak kontraktor untuk membicarakan pembersihan material di rumah korban yang tertimpa longsor di Bengkulu.

Editor: Kamri
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Kondisi rumah warga tertimpa longsor di Bengkulu, Rabu (28/2/2024). BPS berencana memanggil pihak kontraktor untuk membicarakan pembersihan material longsor di rumah korban yang tertimpa longsor di Bengkulu. 

POSBELITUNG.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) berencana memanggil pihak kontraktor untuk membicarakan pembersihan material longsor di rumah korban yang tertimpa longsor di Bengkulu.

Selain itu juga masalah penanggulangan agar tidak terjadi peristiwa tanah longsor di kawasan itu.

Rencana itu merupakan respon BPS Kota Bengkulu terhadap tembok pagar longsor menimpa rumah Ramadhan (37) warga Kelurahan Padang Jati Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu pada Rabu (28/2/2024).

Jef salah satu pegawai BPS Kota Bengkulu yang menjadi saksi mata atas kejadian tersebut, mengatakan pertemuan dengan kontraktor itu sudah dijadwalkan pihak BPS.

Pertemuan itu nantinya kemungkinan akan membahas apakah nantinya akan ada pemasang bronjong atau pelapis tebing di lokasi itu.

"Untuk langkah awal Pimpinan kami akan memanggil kontraktor, soal nanti bagaimana penanganan awalnya kemungkinan akan dibahas saat pertemuan," kata Jef.

Pihak Ketua RT dan RW setempat juga sudah datang ke lokasi untuk memantau langsung lokasi longsor.

Namun menurut RT setempat, pihaknya juga baru mengetahui jika ada warganya yang menunggu rumah di lokasi tersebut.

"Kita belum tahu, karena yang bersangkutan juga belum ada yang lapor," kata ketua RT setempat.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Tanah Longsor Tembok Pagar Kantor BPS di Bengkulu Timbun Rumah Warga

Ke depannya akan ada pertemuan juga antara pihak BPS Kota Bengkulu dan korban untuk membahas terkait kejadian longsor itu.

Pertemuan itu rangka mencari jalan keluar agar rumah korban yang tertimbun longsor tersebut dapat dihuni kembali.

Ramadhan (37), korban tanah longsir di Bengkulu setidaknya butuh uluran bantuan setelah rumah tempat tinggalnya hancur tertimbun tanah.

Tak hanya rumah, Ramadhan juga harus kehilangan sejumlah harta benda lainnya, seperti peralatan elektronik, perabotan rumah hingga pakaian yang juga ikut tertimbun tanah.

Ia juga terpaksa menumpang di rumah orangtuanya karena rumahnya kini hancur tertimbun longsor.

Sang istri juga sempat nangis karena khawatir pakaian dan pelengkapan anaknya yang masih berusia 3 tahun ikut tertimbun longsor.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved