Biodata

Biodata Salahudin Al Ayyubi, Sang Penakluk Kerajaan Yerusalem dan Penguasa Mesir

Jika Al Fatih menaklukkan Konstantinopel, pria ini adalah penakluk Kerajaan Yerusalem.

Tayang:
Penulis: Alza | Editor: Alza
Wikimedia commons
Salahuddin Ayyubi 

POSBELITUNG.CO - Tokoh satu ini terkenal di dunia pergerakan Islam selain Muhammad Al Fatih.

Jika Al Fatih menaklukkan Konstantinopel, pria ini adalah penakluk Kerajaan Yerusalem.

Dia adalah Salahuddin Al Ayyubi.

Seorang jenderal dan pejuang Islam yang berasal dari Tikrit, sebelah utara Irak saat ini.

Orang-orang Eropa mengenalnya sebagai Saladin.

Seorang jenderal hebat yang gagah berani memerangi tentara Salib.

Selain itu, Salahuddin Al Ayyubi dikenal sebagai pendiri Dinasti Ayyubiyah.

Kekuasaannya meliputi Mesir, Suriah, Mekkah, Madinah, sebagian Yaman, Irak, dan Palestina.

Salahuddin Al Ayyubi lahir di benteng Tikrit, Irak, pada 532 H/1138 M ketika ayahnya, Najmuddin Ayyub, menjadi penguasa Seljuk di Tikrit di bawah Imaduddin Zanki, gubernur Seljuk untuk Kota Mosul di Irak.

Ketika Imaduddin berhasil merebut wilayah Baalbek di Lebanon pada 534 H/1139 M, Najmuddin Ayyub diangkat menjadi gubernurnya.

Selama di Baalbek inilah, Salahuddin mengisi masa mudanya dengan menekuni teknik, strategi, maupun politik perang.

Ia juga mengenyam pendidikan di Damaskus untuk memelajari teologi Sunni selama sepuluh tahun.

Pada 1164, ia dikirim oleh penguasa Damaskus ke Mesir untuk membantu Dinasti Fatimiyah melawan serangan tentara Salib.

Menjadi Wazir Mesir Di Mesir, Salahuddin diminta untuk mempertahankan wilayah itu dari serbuan Kerajaan Latin Yerusalem di bawah pimpinan Amalrik I.

Meski saat itu dinamika politik di Mesir sangat keras dan ia tidak memiliki kuasa atas tentara yang masih di bawah pimpinan Al-Adid, wazir (setara perdana menteri) yang lemah, Salahuddin dan pamannya, Syirkuh, mampu mempertahankan Mesir.

Setelah Al-Adid meninggal, Syirkuh diberi kepercayaan menggantikan posisinya sebagai wazir karena telah berhasil memertahankan Mesir.

Namun, hanya dalam waktu dua bulan, Syirkuh meninggal dan jabatan Wazir Mesir akhirnya dipegang oleh Salahuddin pada 1169.

Begitu menjabat sebagai Wazir Mesir, Salahuddin mulai merevitalisasi perekonomian dan mengorganisir ulang kekuatan militer.

Gantikan Islam Syiah

Sejak awal, Salahuddin Al Ayyubi memiliki ambisi menggantikan Islam Syiah (Dinasti Fatimiyah) di Mesir dengan Sunni dan memerangi orang-orang Franka dalam Perang Salib.

Karena posisi Dinasti Fatimiyah semakin lemah, Salahuddin pun mampu menggantikannya dengan Dinasti Ayyubiyah yang didirikannya pada 1171.

Setelah resmi mendirikan Dinasti Ayyubiyah, Salahuddin kemudian mengembalikan ajaran Sunni ke Mesir.

Ambisi Salahuddin untuk menggeser aliran Syiah dengan Islam Sunni pun tercapai.

Segera setelah berkuasa, ia juga melakukan ekspansi wilayah dengan menguasai Yaman pada 1174 dan Suriah pada 1180-an.

Salahuddin yang berhasil menyatukan berbagai wilayah Islam membuatnya dikenal sebagai khalifah yang memiliki kerajaan terbesar saat itu.

Kuasai Yerusalem

Dengan kekuatannya itu, Salahuddin menggunakannya untuk kampanye menaklukkan Yerusalem.

Pada masa pemerintahan Salahuddin Al Ayyubi, ia juga berhasil merebut Yerusalem dari Kerajaan Yerusalem.

Peristiwa ini terjadi setelah Raja Guy dari Lusignan mendukung Raynald dari Chatillon untuk menyerang peziarah dan pedagang Muslim.

Bahkan Raja Guy dari Lusignan mengancam akan menyerang kota Mekkah dan Madinah.

Merespons ancaman itu, Salahuddin menyerang Yerusalem pada 4 Juli 1187 yang kemudian dikenal dengan Perang Hattin.

Setelah berhasil menguasai daerah sekitar Yerusalem, Salahuddin menangkap Raynald dan mengeksekusinya.

Pasukan Salahuddin kemudian bergerak ke Yerusalem dan mengepungnya pada September 1187.

Yerusalem akhirnya berhasil dikuasai oleh Salahuddin Al Ayyubi pada 2 Oktober 1187.

Setelah berhasil menguasai Yerusalem, Salahuddin kemudian dihadapkan dengan pasukan Salib yang dipimpin oleh Raja Richard dari Inggris.

Pertempuran dengan tentara Salib berakhir dengan perjanjian damai antara Salahuddin Al Ayyubi dan Richard dari Inggris.

Wafat Beberapa tahun setelah serangan tentara Salib di bawah pimpinan Raja Richard dari Inggris, Salahuddin Al Ayyubi meninggal dunia.

Kematian Salahuddin Al Ayyubi terjadi pada 1192, setelah melakukan Perjanjian Ramla dengan Raja Richard.

Dalam perjanjian itu, Yerusalem tetap dikuasai Muslim dan terbuka bagi peziarah Kristen. (kompas.com)

Referensi: Man, John. (2017). Salahuddin Al-Ayyubi: Riwayat Hidup, Legenda, dan Imperium Islam. Tangerang: Pusataka Alvabet.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved