Kecelakaan Tunggal di Palembang
Tangis Sang Ibu Korban Tewas Kecelakaan Maut Pecah, Panggil-Panggil Nama Adrian
Tangis Mudaharyani (37) pecah begitu menyaksikan jasad Adrian Anfendi (19) sudah terbujur kaku di RSUD Bari Palembang.
POSBELITUNG.CO – Tangis Mudaharyani (37) pecah begitu menyaksikan jasad Adrian Anfendi (19) sudah terbujur kaku di RSUD Bari Palembang.
Ia tak kuasa menahan tangis melihat anaknya tewas dalam kecelakaan tunggal di Jalan A Yani, Plaju, Palembang, Jumat, (8/3/2024), pagi.
Mudaharyani bahkan sempat pingsan saat pertama kali menyaksikan jenazah sang anak.
Ia tak kuasa menahan kesedihan ditinggal anak untuk selama-lamanya.
Matanya terus mengeluarkan air dan sesekali berteriak dan terus memanggil nama Adrian.
Begitu sadar, Mudaharyani hanya bisa menangis lemas di samping jenazah anaknya.
"Nak, nak bangun, ini ibu ini ibu," ungkapnya.
Kecelakaan maut di Jalan A Yani, Plaju, Palembang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan lima korban lainnya dilarikan ke rumah sakit.
Korban tewas dalam kecelakaan itu adalah Adrian Argendi (19), warga Jalan Merintai Dusun VI Sungai Pinang Kecamatan Rambutan, Banyuasin.
Sedangkan empat temannya dirawat di RS Muhamdiayah Palembang.
Identitas para korban yang masih dirawat ini yakni Muhamad Athalah (19), warga Lorong Asli Kelurahan Sentosa Kecamatan SU II, (Tidak Sadarkan diri), Muhamad Ilham Kurniadi (18), warga Perumahan Bukit Hijau I Blok G Kelurahan Sungai Kedukan Kecamatan Rambutan, (kepala pusing dirawat).
Kemudian Tahan (19), warga Jalan Bungaran V Kelurahan 8 Ulu Kecamatan Jakabaring, (luka pada kepala), M Meldi Prasetya (18), warga Jalan Pintu Besi Gang Pansus Kelurahan Plaju Ilir Kecamatan Plaju, Palembang (luka Robert di kaki kiri) dan Rahma Srimulyani (21), warga Sp 4 Embacang Permai Mesuji Raya OKi, (luka pada kepala, kaki, tangga memar).
Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Emil Eka Putra didampingi Kanit Laka, Iptu Ar Sikakum mengatakan kecelakaan maut ini bermula saat mobil Avanza bernopol BG 1420 JR yang ditumpangi lima korban datang dari arah fly over Jakabaring.
Baca juga: BREAKINGNEWS: Kecelakaan Tunggal di Palembang, Mobil Hilang Kendali Satu Orang Tewas
Mobil saat itu hendak mengarah simpang Tangga Takat, Palembang.
Saat tiba di TKP, kecelakaan tidak bisa dielakkan lagi.
"Benar adanya laka lantas tunggal terjadi di Jalan A Yani tepatnya di depan New Holland, pengendara mobil Avanza bernopol BG 1420 JR," ungkap Emil.
Berdasarkan hasil olah di TKP, pengemudi mobil yakni Adrian (korban tewas) saat itu hilang kendali.
Ini lantaran dirinya diduga melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Mobil hilang kendali dan terus mengarah ke kiri lalu menabrak median jalan.
Kemudian mobil menabrak tiang telepon dan pohon yang berada di sisi kiri jalan.
"Hilang kendali, jadi akibat laka lantas ini, 1 meninggal dunia atas nama Adrian dan 5 temannya harus dilarikan ke RS Muhammadiyah Palembang, " katanya.
Emil mengatakan diduga kelalaiannya terletak pada pengendara mobil toyota Avanza BG 1420 JR.
"Diduga Melanggar Pasal 310 Ayat 4 UU RI No.22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Yang karena lalainya kurang hati-hati sewaktu mengemudikan kendaraan dalam keadaan mengantuk dan kecepatan terlalu tinggi ," katanya
Sempat Bertengkar Dengan Pacar
Adrian Anfendi (19) tewas dalam kecelakaan tunggal mobil Avanza bernopol BG 142O JR di Jalan A Yani, Plaju, Palembang, Jumat, (8/3/2024), pagi.
Tangis histeris keluarga tak terbendung melihat jenazah Adrian sudah terbujur kaku di kamar jenazah RSUD Bari, Palembang.
Adrian merupakan warga Jalan Meritai Dusun VI Desa Sungai Pinang Kelurahan Sungai Pinang Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Sumsel.
Ayah korban, Hasta (43) mengatakan, anak pergi dari rumah pada, Kamis, (7/3/2024), sekitar pukul 16.00 WIB.
"Pamit pak kemarin sore. Awalnya Andrian, anak saya ini cerita dengan ibu sedang ribut dengan pacarnya (DN)," ucap sang ayah saat ditemui di RSUD Bari Palembang, Jumat (8/3/2024).
Lalu Andrian meminta selesaikan dengan ibu.
Namun sang ibu menolak permintaan tersebut.
"Minta bantu dengan ibunya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun ibunya pun tidak mau. Lalu, Adrian pun pergi bersama teman-temannya," katanya.
Ketika pergi meninggal rumah dirinya sempat melarang Adrian untuk pergi, namun anaknya masih pergi.
"Takut pak sedang anak masalah, takut kenapa-kenapa. Dan takut tidak benar minum-minuman," ungkapnya.
Ia tidak menyangka sekitar pukul 08.30 WIB, sambung Hasta, dirinya mendapatkan telepon dari teman anaknya.
"Dapat telepon pak tadi, sekitar pukul 08.30, dari temannya, yang mengatakan Andrian meninggal dunia lantaran kecelakaan, " ungkapnya sambil mengatakan langsung ke RS Bari Palembang.
Ia pun tidak menyangka anaknya mengalami kecelakaan ini.
"Tidak menyangka, saat di rumah sakit ternyata benar, Adrian mengalami kecelakaan dan meninggal dunia," ungkapnya. (*/TribunSumsel.com)
Artikel ini telah tayang di TribunSumsel.com
kecelakaan maut di Palembang
korban tewas
Sumatera Selatan
hilang kendali
Runningnews
TribunBreakingNews
Posbelitung.co
| Ini Penyebab Kecelakaan Maut di Palembang, Polisi Ungkap Unsur Satu Ini |
|
|---|
| Ini Daftar Nama Korban Kecelakaan Maut di Palembang, Satu Tewas 5 Masuk RS |
|
|---|
| Terungkap Adrian Korban Tewas Laka Tunggal di Palembang, Sempat Curhat Ribut Sama Pacar |
|
|---|
| BREAKINGNEWS: Kecelakaan Tunggal di Palembang, Mobil Hilang Kendali Satu Orang Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240308-Kecelakaan-Maut-di-Palembang.jpg)