Dimas Jual Caddy Golf, Pramugari, dan Selebgram Jadi PSK dengan Tarif Hingga Rp30 Juta

Dimas Tri Putra (27) meraup uang sampai Rp300 juta dari bisnis prostitusi yang digelutinya.

Editor: Alza
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Ilustrasi 

POSBELITUNG.CO - Dimas Tri Putra (27) meraup uang sampai Rp300 juta dari bisnis prostitusi yang digelutinya.

Dia merawat sejumlah wanita cantik dengan berbagai profesi.

Namun, wanita yang menjadi PSK adalah dengan spesifikasi tinggi.

Di antaranya pramugari, puteri kebudayaan, dan caddy golf.

Tentunya untuk memakai jasa PSK yang dikelola Dimas bertarif tak murah.

Kisarannya sampai Rp30 juta sekali kencan.

Kini, Dimas sudah ditangkap aparat Polresta Bogor Kota.

Dia diringkus terkait aktivitasnya sebagai muncikari alias germo sejak tahun 2019.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot Gigantara mengatakan, PSK yang ditawarkan Dimas bukan wanita sembarangan.

Mereka berlatar belakang selebgram, mantan pramugari dan putri kebudayaan dan pelanggannya itu berasal dari kalangan atas.

“Namun dengan tarif yang tinggi kemungkinan berasal dari kalangan menengah ke atas,” kata Luthfi saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Kamis (14/3/2024).

Disingggung apakah konsumen itu berasal dari pejabat serta aparatur sipil negara (ASN), Luthfi belum memberikan penjelasan.

“Masih dilakukan pendalaman dan pengembangan untuk para konsumennya itu,” ungkap Luthfi.

Dimas yang sudah menjalankan aktivitasnya sejak tahun 2019 ini berhasil meraup untung sampai Rp 300 juta.

Selama ini dia 'mengolah' 20 perempuan mulai dari caddy golf, mantan pramugari, sampai puteri kebudayaan menjadi budak yang diperjualbelikan kepada pria hidung belang.

"Para korban awalnya didekati oleh tersangka.

Kemudian, diajak untuk bekerja dengan beberapa kategori. Ada Mican, Short Time, Long Time,” bebernya.

Terlepas dari itu, cara Dimas dalam merekrut pekerja seks komersial (PSK) dinilai piawai.

Dimas tak langsung ke inti menjerumuskan para wanita ke jurang kegelapan.

Pria yang memiliki tato cap bibir merah di lehernya memperdaya para wanita dengan cara mengajak nongkrong di Tempat Hiburan Malam (THM).

“Jadi awalnya ini, korban wanita ini kenal dengan si tersangka ini karena berkawan.

Mereka sering bertemu di tempat hiburan malam,” Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Luthfi Olot Gigantara, Rabu (13/3/2024).

Usai sering bertemu di THM, Dimas pun kerap meminta nomor telepon perempuan yang akhirnya terjerembab prostitusi online bersamanya.

“Akhirnya tersangka ini menawarkan kepada korban.

Mau gak kerja katanya kerja kencan Short Time (ST) dan Long Time (LT) Lalu ditanya korban.

Berapa tarifnya? Ada yang Rp5 juta sampai Rp15 juta kata si pelaku,” tambahnya.

Perempuan yang dijual Dimas akhirnya mengiyakan hal itu lantaran terpepet masalah ekonomi.

“Dari keseluruhan korban ini kami lakukan pemeriksaan yang mana melakukan hal seperti ini karena motif ekonomi untuk menenuhi gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Dimas pun langsung menyebar foto para perempuan yang hendak dijualnya itu.

“Setelah oke. Nanti pelaku minta foto korban untuk disimpan digalerinya dia.

Ketika nanti ada konsumen meminta foto, baru dikirimkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, Dimas memasang tarif dari setiap wanita yang dijual dengan harga yang bervariasi.

Dimas juga menjual wanita ke berbagai wilayah.

Perempuan ini bertarif mulai dari Rp1 juta sampai Rp30 juta.

Pemesan yakni pria hidung belang nantinya ketika sudah deal dengan Dimas akan mengirimkan sejumlah uang melalui transfer.

“Ada ke Bogor, Jakarta, serta Bandung. Ada juga sampai ke wilayah lain yakni Jawa Tengah, sampai Kalimantan juga,” ujarnya.

“Perempuan itu karena motif ekonomi. Lalu, untuk tersangkanya mendapatkan uang dari 2019 itu sudah 300 juta.

Itu untuk modal kehidupan sehari-hari dan life stylenya,” tambahnya.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved