Prof Djamaluddin Ancok Wafat
Guru Besar Psikologi UGM Prof Djamaluddin Ancok Dimakamkam Hari Ini di Modinan Sambilegi
Dia adalah Prof Djamaluddin Ancok, Guru Besar Psikologi UGM kelahiran Desa Mendobarat, Kabupaten Bangka.
POSBELITUNG.CO - Indonesia kehilangan sosok intelektual terbaik dalam bidang psikologi.
Dia adalah Prof Djamaluddin Ancok, Guru Besar Psikologi UGM kelahiran Desa Mendobarat, Kabupaten Bangka.
Prof Djamaluddin meninggal dunia di kediamannya Jalan Anggrek Sambilegi Kidul, Kelurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok Kabupaten Sleman, Jumat (15/3/2024) pukul 19.00 WIB.
Jenazah akan dimakamkan, Sabtu 16 Maret 2024 pukul 13.00 WIB di Makam Modinan Sambilegi, Yogyakarta.
Hal itu terungkap dari siaran WhatsApp (WA) Berita Lelayu dari pihak keluarga.
Ketua Keluarga Universitas Gajah Mada (Kagama) Bangka Belitung Warsangka mengirim siaran Berita Lelayu tersebut kepada bangkapos.com/posbelitung.co.
Baca juga: Innalillahi, Prof Djamaluddin Ancok Guru Besar Psikologi UGM Asal Bangka Belitung Meninggal
"Alhamdulillah, beliau orang baik, saya mengenalnya sejak tahun 1990," kata Warsangka, Sabtu (16/3/2024).
Prof Djamaluddin Ancok wafat dalam usia 77 tahun dan meninggalkan tiga orang anak dan satu istri.
Sebelumnya, kabar meninggalnya Prof Djamaluddin Ancok tersebar melalui WA.
Innalillaahi wa inna ilaihi rojiun...
Telah meninggal dunia pamanda kami Prof. Dr. Djamaludin Ancok di Yogyakarta.
Mohon segala kekhilafan Beliau kepada Bpk/Ibu dan Saudara saya semua dimaafkan serta mohon doanya untuk Beliau....
Atas nama
Keluarga besar
Prof. Dr. Djamaludin Ancok
Pesan duka cita ini menyebar di grup WhatsApp (WA), Jumat (15/3/2024) malam.
Tokoh intelektual asal Bangka Belitung Prof Djamaluddin Ancok berpulang ke rahmatullah.
Salah satu yang menerima pesan di WA adalah Dosen Sosiologi UBB Luna Febriani.
Mahasiswi S3 Sosiologi UGM Yogyakarta ini, mengaku menerima pesan tersebut dari rekan dosen di Universitas Bangka Belitung (UBB).
"Kami baru dapat pesan ini," kata Luna.
Sementara, Rektor UBB Prof Ibrahim membenarkan ada pesan duka tersebut di grup WA psikologi UGM.
"Ada juga di grup psikologi UGM, sepertinya akurat," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Humas Universitas Muhammadiyah Babel Sukma Wijaya.
Dia membenarkan kabar Prof Djamaluddin Ancok meninggal di Yogyakarta.
"Informasi itu benar, kami dapat langsung dari orang dekat beliau," kata Sukma.
Biodata
Pakar Psikologi dan Guru Besar Psikologi UGM Prof Djamaluddin Ancok, adalah pria kelahiran Bangka, 18 Agustus 1946.
Dia lahir di Desa Mendobarat dan menghabiskan masa remaja hingga tua di Yogyakarta.
Ahli psikologi Islam ini telah menyusun banyak buku terkenal dan menjadi referensi kampus.
Dia menyelesaikan kuliah S1 psikolog tahun 1974 di Universitas Gadjah Mada.
Kemudian gelar PhD atau doktoral diperoleh di Indiana University, Amerika Serikat.
Prof Djamaluddin Ancok menjadi kebanggaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Meski menghabiskan masa hidupnya di Yogyakarta, namun bagi masyarakat Bangka Belitung yang mengenalnya, Djamaluddin Ancok adalah sosok tidak pelit membagi ilmunya.
Dia kerap diundang di berbagai daerah Indonesia.
Dalam satu kesempatan sebagai narasumber, dia menyampaikan presentasi dengan tema motivasi bekerja.
Dalam presentasinya, dia menekankan, “Bahwa orang yang bekerja yang memiliki motivasi itu tergantung apakah mencintainya atau tidak?”.
Kemudian dia mengibaratkan, “coba kalau kita mencintai seseorang, walau hujan badai, pasti akan tetap datang jika sudah janji.
Jadi bagaimana kecintaan kita terhadap sesuatu itu, tidak jauh berbeda dengn itu harusnya.
Oleh karena itu, tentang konsep motivasi bekerja itu kita harus melihat dengan konsep 3 M, yakni Meaning of Work (makna kerja), Membership at Work (diperlakukan sebagai anggota terhormat) dan Mastery (Peningkatan kemampuan kerja)”.
Prof Djamaluddin Ancok merupakan salah satu profesor ilmuan psikologi di Universitas Gajahmada Yogyakarta.
Dia meraih gelar sarjana di Industrial Psychology di Universitas Gajah Mada, kemudian melanjutkan program doktoral sehingga menyandang gelar PhD pada ilmu Psikologi Sosial di Indiana University, USA.
Dia memiliki ketertarikan terhadap mengajar di bidang leadership dan organisasi, sehingga pernah tergabung dalam beberapa organisasi psikologi seperti Indonesian Association of Psychologist dan Asian Association of Psychology.
Selain itu, Prof Djamaluddin miliki banyak pengalaman menjadi professor tamu yang mengajar di banyak Negara seperti Australia dan Swedia.
Adapun penghargaan yang pernah beliau raih yaitu sebagai Rockfeller Foundation Fellowship, Best Psychology Lecturer di UGM, serta Palme‐Linneaus Foundation, Sweden sebanyak empat kali.
Dia juga berperan dalam penulisan jurnal sekaligus sebagai editor dalam berbagai jurnal.
Kemudian selama ia berkariri beliau pernah menerbitkan delapan buah buku yang bernuansa psikologi.
Perlu diketahui juga bahwa Prof Djamaluddinmemiliki keistimewaan tersendiri yaitu selain penulis sebagai trainer dan speaker.
Hingga saat ini dia menyandang sebagai Faculty Member of Department of Psychology Universitas Gajah Mada Yogyakarta. (dikutip dari berbagai sumber/posbelitung.co)
| Pengakuan Dekan Psikologi UGM, Prof Djamaludin Ancok Guru Besar Jenaka yang Pandai Jalin Relasi |
|
|---|
| KRONOLOGIS Prof Djamaluddin Ancok Ditemukan Meninggal di Ruang Tamu, 3 Hari Tetangga Tak Lihat |
|
|---|
| KENANGAN Prof Bustami Bersama Prof Djamaluddin, 2 Profesor Bangka Ketemuan di Kapal Akrab di Jogja |
|
|---|
| BREAKING NEWS Polisi Lakukan Olah TKP di Rumah Guru Besar Psikologi UGM Prof Djamaluddin Ancok |
|
|---|
| Innalillahi, Prof Djamaluddin Ancok Guru Besar Psikologi UGM Asal Bangka Belitung Meninggal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20230315_djamaluddin-ancok.jpg)