Berita Belitung Timur

2 Binatang Ini Penyebab Buaya Muncul di Perairan Pelabuhan ASDP Manggar Belitung Timur

Penampakan buaya di perairan dermaga ASDP Manggar ini ditengarai akibat suara binatang yang berkeliaran di sekitar dermaga.

Tayang:
Editor: Kamri
ISTIMEWA
Buaya yang timbul di Pelabuhan ASDP Manggar, Belitung Timur, Rabu (27/3/2024). Penampakan buaya di perairan dermaga ASDP Manggar ini ditengarai akibat suara binatang yang berkeliaran di sekitar dermaga. 

Imbauan ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain itu, pihaknya juga memajang spanduk peringatan.

Hal ini agar warga waspada jika berada di sekitar lokasi tersebut.

"Kami juga nanti akan memasang spanduk peringatan dan waspada di tepi pelabuhan, supaya masyarakat yang berkunjung ke pelabuhan tidak dekat-dekat pelabuhan," kata Irvan.

Warga Hilang di Sungai

Buaya belakangan ini seringkali mengancam jiwa manusia.

Beberapa waktu lalu, Fuk Njan, penombak ikan dan udang hilang di sungai di Desa Bentaian Jaya, Manggar, Belitung Timur.

Jasadnya kemudian ditemukan pada Minggu (24/3/2024) di pencarian hari ke-6.

Keberadaan orang hilang yang kemudian diketahui bernama Fuk Njan itu akhirnya ditemukan di Sungai Simpang Degong, dua kilometer dari titik awal pencarian di Sungai Aik Bentaian, Desa Bentaian Jawa, Kecamatan Manggar.

Sungai itu juga diketahui masih di dalam kawasan kebun sawit salah satu perusahaan swasta di sana.

Kepala Desa Bentaian Jaya, Sahani, mengungkapkan, sungai tersebut memang sudah menjadi tempat buaya beranak pinak.

Masyarakat sekitar juga sudah sering melihat penampakan buaya di sungai tersebut.

"Bahkan kami sudah memasang plang ‘awas hati-hati ada buaya di sekitar sungai tersebut. Supaya masyarakat tidak melakukan aktivitas di sungai itu," kata Sahani, Senin (25/3/2024).

Sungai itu masih dalam indukan Sungai Lenggang.

Baca juga: Kawanan Buaya Jadi Kendala Tim SAR Cari Masari yang Hilang Diduga Disambar Sang Predator

Karena itu, dia menduga ada juga buaya-buaya di Sungai Lenggang yang masuk ke sungai tersebut.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sungai tersebut. Karena sungai tersebut berbahaya dan banyak buayanya.

"Semoga tidak ada lagi masyarakat yang beraktivitas di sana," kata Sahani.

(Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved