Idul Fitri 2024

Amalan Sunah Idul Fitri Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Rasulullah meneladani untuk memotong kuku dan mandi terlebih dahulu sebelum melakukan shalat sunnah Idul Fitri.

Tayang:
Editor: Alza
istimewa
Ketupat lebaran. 

POSBELITUNG.CO - Berikut 10 sunah Idul Fitri sesuai tuntunan Rasulullah yang dikutip dari dompetdhuafa.

Sunah Idul Fitri baik dikerjakan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

1. Sebelum Shalat, Potonglah Kuku dan Mandi

Sebelum shalat, alangkah lebih baik apabila kita membersihkan diri.

Membersihkan kuku tangan dan kaki yang biasanya terselip kuman dan kotoran.

Setelah itu mandi untuk membersihkan seluruh badan. 

Rasulullah meneladani untuk memotong kuku dan mandi terlebih dahulu sebelum melakukan shalat sunnah Idul Fitri.

Hal ini dijelaskan dalam riwayat Ibnu Majah.

Dari Abdullah bin Abbas RA, ia berkata, “Bahwasanya Nabi SAW mandi pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha."

2. Gunakan Pakaian Terbaik dan Wangi-wangian

Setelah membersihkan diri, disarankan untuk menggunakan wangi-wangian.

Wangi di tubuh tentu akan membuat diri kita semakin nyaman dan tentram saat menyambut hari kemenangan.

Rasulullah pun menggunakan wangi-wangian pada saat hari raya.

Jabir bin Abdullah RA berkata, “Nabi SAW mempunyai jubah yang sangat bagus yang selalu beliau pakai pada hari raya dan hari Jumat." (HR Ibnu Khuzaimah)

Rasulullah juga menyarankan kepada umat muslim untuk mengenakan pakaian terbaik dan wangi saat menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Jadi walau shalat di rumah saja, kita tetap bisa berpenampilan yang baik menyambut hari raya.

Hasan As-Sibti RA. berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan kami agar pada hari raya mengenakan pakaian terbaik, memakai wangi-wangian terbaik.” (HR. Hakim).

3. Makan Terlebih Dahulu

Sebelum melaksanakan shalat ied dan syukuran hari raya, disunnahkan bagi kita untuk mengisi energi terlebih dahulu.

Dengan sarapan pagi yang sehat dan bergizi.

Sebelum pergi berangkat Shalat Idul Fitri, Nabi Muhammad sarapan terlebih dahulu.

Seperti yang dijelaskan dalam hadits riwayat Ahmad dan Bukhari yang berbunyi, "Anas RA berkata: Nabi SAW tidak pergi salat Idul Fitri melainkan sesudah makan beberapa biji kurma dengan hitungan ganjil." 

4. Shalat di Tempat yang Lapang

Saat melaksanakan Shalat Idul Fitri, disunnahkan untuk melaksanakan shalat di tempat yang lapang.

Lapang maksudnya adalah, tempat itu tidak sesak saat melaksanakan shalat sunnah idul fitri.

Dilaksanakan sendirian maupun berjamaah. 

Sesuai seperti yang disunnakan Rasulullah dalam hadits riwayat Bukhari,  "Dari Abu Said Al Kudri, ia berkata: "Rasulullah SAW keluar menuju mushala (lapangan) pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.

Yang pertama beliau kerjakan adalah salat." 

Namun, shalat di tengah lapangan bukan kewajiban.

Rasulullah juga pernah shalat sunnah Idul Fitri di dalam masjid.

Situasinya saat itu sedang hujan, jadi tidak mungkin untuk melakukan shalat di lapangan.

"Abu Hurairah ra. berkata: Pernah mereka kehujanan pada hari Ied, lalu Nabi SAW salat Ied bersama mereka di masjid." (HR. Abu Dawud)

5. Mengumandangkan Takbir Hingga Menjelang Shalat

Rasulullah juga mengumandangkan takbir sedari malam hingga menjelang shalat ied.

Hal ini didasarkan oleh perintah Allah untuk menyempurnakan puasa dengan mengagungkan nama Allah, dalam kalimat terakhir di Quran Surat Al-Baqarah ayat 185. 

“… dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan shaum serta bertakbir (mengagungkan) Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukuran," (QS. Al Baqarah 2: 185).

6. Berangkat ke Tempat Shalat Sunnah Idul Fitri dengan Berjalan Kaki

"Ibnu Umar ra. berkata: Rasulullah SAW jika pergi salat Idul Fitri dengan berjalan kaki dan kembalinya juga dengan berjalan kaki," (HR. Ibnu Majah).

Ini juga menjadi kesempatan agar sesama muslim dapat bertegur sapa dan juga saling bersilahturahmi serta saling memaafkan.

7. Kembali dari Tempat Shalat Melalui Jalan yang Berbeda

"Ibnu Umar ra. berkata: Sesungguhnya Nabi SAW pernah pergi melaksanakan salat Ied dengan mengambil satu jalan dan kembalinya mengambil jalan yang lainnya," (HR. Abu Dawud). 

8. Wanita yang Sedang Haid Boleh Datang ke Lokasi Shalat

Kalau sahabat seorang wanita, dan sedang datang bulan atau haid, sahabat boleh datang ke lokasi shalat sejak awal hingga akhir.

Namun, tetap tidak diperbolehkan shalat. 

"Ummu Atiyah RA berkata: "Rasulullah SAW memerintahkan kami membawa serta anak-anak perempuan yang hampir baligh, yang haid, dan anak-anak perempuan yang masih gadis pada Hari Raya Idul fitri dan Idul Adha.

Namun perempuan-perempuan haid tidak boleh salat."(HR Muslim).

9. Pelaksanaan Shalat Ied Dua Rakaat

Jumlah rakaat shalat ied dilakukan sebanyak dua rakaat, sama seperti shalat subuh.

Walaupun jumlah takbiratul ihramnya sebanyak 7 dan 5 kali, bukan berarti jumlah rakaatnya sebanyak 7 atau 5. 

10. Saling Mengucapkan Selamat dan Mendoakan

Agar semakin berkah hasil ibadah puasa kita, dan semakin berbahagia saat menyambut hari kemenangan, walau sedang berada di rumah saja, Rasulullah mencontohkan untuk saling mendoakan.

Saling mengucapkan salam dan mendoakan dengan kalimat “taqabbalallahu wa minna wa minkum”, yang artinya “Semoga Allah menerima amal kami dan kalian.”

(posbelitung.co)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved