Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

Ayatollah Ali Khamenei Setujui Mohammad Mokhber Presiden Iran Gantikan Ebrahim Raisi, 50 Hari Pemilu

Pemimpin tertingga Iran Ayatollah Ali Khamenei menyetujui Mohammad Mokhber mengambil alih tugas sebagai Presiden Iran.

Tayang:
Editor: Kamri
AFP via Kompas.com
Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei menyetujui Mohammad Mokhber mengambil alih tugas sebagai Presiden Iran menggantikan Presiden Ebrahim Raisi yang gugur akibat kecelakaan helikopter di perbatasan Azerbaijan pada Minggu (19/5/2024). 

POSBELITUNG.CO – Pemimpin tertingga Iran Ayatollah Ali Khamenei menyetujui Mohammad Mokhber mengambil alih tugas sebagai Presiden Iran.

Mohammad Mokhber akan menggantikan Presiden Ebrahim Raisi yang gugur akibat kecelakaan helikopter di perbatasan Azerbaijan pada Minggu (19/5/2024).

Mohammad Mokhber selama ini menjabat sebagai Wakil Presiden Pertama pada masa kepemimpinan Presiden Ebrahim Raisi.

Mohammad Mokhber loyalis pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.

Politikus kelahiran 1 September 1955 itu diangkat menjadi Wakil Presiden Iran Pertama pada tahun 2021 saat Ebrahim Raisi terpilih menjadi Presiden Iran.

Ia  juga mempunyai kewenangan dalam memberikan keputusan akhir dalam semua masalah negara.

Dilansir Kompas.com dari Reuters berdasarkanketerangan beberapa sumber, Mohammad Mokhber merupakan bagian dari tim pejabat Iran yang mengunjungi Moskwa, Rusia, pada Oktober 2023 lalu.

Tim ini menyetujui untuk memasok rudal permukaan-ke-permukaan dan lebih banyak drone ke militer Rusia.

Tim tersebut juga termasuk dua pejabat senior dari Garda Revolusi Iran dan seorang pejabat dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.

Mohammad Mokhber sempat menjabat menjadi kepala Setad, sebuah dana investasi yang terkait dengan Pemimpin Tertinggi Iran.

Pada 2010, Uni Eropa memasukkan Mohammad Mokhber ke dalam daftar individu dan entitas yang dijatuhi sanksi atas dugaan keterlibatannya dalam “aktivitas rudal nuklir atau balistik”.

Dua tahun kemudian, Uni Eropa menghapusnya dari daftar sanksi itu.

Pada 2013, Departemen Keuangan AS menambahkan Setad dan 37 perusahaan yang diawasinya ke dalam daftar entitas yang terkena sanksi.

Setad, yang nama lengkapnya adalah Setad Ejraiye Farmane Hazrate Emam atau Markas Besar untuk Menjalankan Perintah Imam, didirikan berdasarkan perintah yang dikeluarkan oleh pendiri Republik Islam, pendahulu Khamenei, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Baca juga: BIODATA Mohammad Mokhber Loyalis Ali Khamenei Pengganti Presiden Iran, Sempat Masuk Daftar Sanksi

Perintah tersebut memerintahkan para ajudan untuk menjual dan mengelola properti yang diduga ditinggalkan pada tahun-tahun kacau setelah Revolusi Islam 1979 dan menyalurkan sebagian besar hasilnya untuk amal.

Disetujui Pemimpin Tertinggi Iran

Sumber: Kompas TV
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved