Berita Belitung

Belitung Rentan Risiko Bencana Akibat Cuaca Ekstrem, BPBD Belitung Edukasi Masyarakat Hadapi Bencana

Mengantisipasi terjadinya bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Belitung mengadakan sosialisasi komunikasi, informasi, dan edukasi.

|
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Peserta dan tamu undangan Sosialisasi KIE yang digelar oleh BPBD Kabupaten Belitung di Hotel BW Suite Belitung, berfoto bersama, Selasa (21/5/2024). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kajian risiko bencana menunjukkan bahwa Belitung memiliki risiko potensi tinggi bencana akibat cuaca ekstrem seperti banjir rob serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Mengantisipasi terjadinya bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung mengadakan sosialisasi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) di Hotel BW Suite Belitung, Selasa (21/5/2024).

"Tujuannya supaya mengubah paradigma karena selama ini yang dilakukan yakni respons bencana, setelah bencana terjadi, tapi seharusnya yang dilakukan siap siaga sebelum bencana terjadi dengan memberikan informasi dan edukasi terkait kesiapsiagaan bencana," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Belitung, Agus Supriadi.

Selain cuaca ekstrem, hasil kajian risiko bencana menunjukkan bahwa Belitung memiliki potensi bencana gempa bumi.

Meski begitu, lanjutnya, potensi risikonya dalam kategori rendah yang artinya terjadi atau bisa tidak, serta bisa mengancam atau tidak mengancam.

Sosialisasi KIE menjadi agenda rutin BPBD Belitung sesuai ketentuan terkait pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo dan Kepala BPBD Bangka Belitung Mikron Antariksa.

Peserta sosialisasi terdiri dari perwakilan perangkat daerah, desa, kecamatan serta organisasi relawan seperti PMI, RAPI, dan ORARI.

Peserta dan tamu undangan Sosialisasi KIE yang digelar oleh BPBD Kabupaten Belitung di Hotel BW Suite Belitung, berfoto bersama, Selasa (21/5/2024).
Peserta dan tamu undangan Sosialisasi KIE yang digelar oleh BPBD Kabupaten Belitung di Hotel BW Suite Belitung, berfoto bersama, Selasa (21/5/2024). (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sementara itu, Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo mengatakan peran pentahellix diperlukan masyarakat agar sadar bencana, sehingga bisa lebih cerdas menghadapi situasi bencana yang terjadi.

Menurutnya, Belitung memiliki potensi bencana misalnya angin kencang sehingga masyarakat harus paham cara menyikapi risiko bencana.

"Belitung selain cuaca ekstrem, hasil kajian di Inarisk (memiliki potensi bencana) seperti gempa, tapi masih rendah tapi tidak tahu apakah akan naik statusnya. Ada risiko gempa bumi tapi tetap harus disikapi masyarakat menyikapi itu, kita tidak tahu kapan terjadi tapi minimal tahu cara menghadapi risiko itu," jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini BNPB memiliki aplikasi InaRisk yang bisa diunduh melalui smartphone.

Aplikasi tersebut membuat pengguna bisa mengetahui risiko bencana di lokasi tempatnya berada, termasuk langkah-langkah yang bisa dilakukan ketika terjadi bencana.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved