Kisah TKW

Kisah TKW Berusia 21 Tahun Dipaksa Tidur di Balkon, Hujan dan Kepanasan Setiap Hari

Dia adalah tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia yang bekerja sebagai ART di Malaysia.

Tayang:
Editor: Alza
World of Buzz
Momen TKW berusia 21 tahun ditemukan di balkon rumah majikan di Malaysia. 

Setelah itu, para calon TKI ini diberangkatkan secara bertahap menuju Bangkok, Thailand dengan menggunakan pesawat dari Bandara Soekarno Hatta.

Sesampainya di Thailand, mereka kemudian bertemu sekelompok orang bersenjata dan dikawal menuju perbatasan Thailand-Myanmar.

Keesokan harinya, para calon TKI ini dibawa menggunakan jalur darat menuju Myawaddy.

Usai mencapai lokasi, para TKI ini dipaksa untuk melakukan pekerjaan penipuan online selama belasan jam.

Tak hanya itu, mereka juga kerap mendapatkan penyiksaan bila pekerjaan mereka tidak mencapai target.

"Kami tidak tahu bahwa kami akan dipekerjakan sebagai scammer, kami diberi tahu bahwa kami dipekerjakan sebagai customer service," kata Noviana Indah.

"Dan lokasi kerja kami awalnya dijanjikan adalah di Thailand, bukan di Myanmar," sambungnya.

Dalam video yang dikutip dari YouTube Kompas TV Sukabumi, Noviana Indah bercerita mereka kerap kali disiksa.

Penyiksaan yang dilakukan disebut Indah sudah sangat tidak manusiawi.

Mereka disetrum, dipukul menggunakan rotan dan juga pipa.

"Cara mereka menyiksa itu sudah tidak manusiawi, dengan alat setrum, dengan rotan, dengan pipa, pipa paralonnya sampai pecah, sampai hancur,"

"Luka-luka di badan mereka pun sudah bukan lebam atau memar berwarna biru, tapi sudah berwarna hitam keungunan, sudah mengerikan," sebut Indah.

Yulia, ibu Bayu, salah satu TKI yang menjadi korban mengatakan, dirinya sangat tidak bisa terima anaknya menjadi korban penyekapan dan penyiksaan tersebut.

Dirinya tidak tahu harus berbuat apa karena saat ini sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan sang buah hati.

Yulia hanya bisa pasrah dan meminta tolong kepada Presiden Joko Widodo agar anaknya dan juga puluhan TKI yang lain dapat diselamatkan dan kembali ke Tanah Air.

"Ibu mana yang bisa membiarkan kondisi anak dalam bahaya seperti itu, sampai sekarang kami sudah mendapatkan kontak lagi, sudah tidak bisa berkomunikasi lagi," kata Yulia.

"Bapak Jokowi, ibu Kemenlu, mohon bantuannya supaya mereka bisa dievakuasi," sambungnya.

Dalam kasus yang menyeret Noviana Indah dan puluhan TKI lainnya, diduga kuat ada keterlibatan sindikat internasional.

(Posbelitung.co)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved