Inilah Sudirman Napi Kasus Vina Cirebon, Lulus SD Usia 17 Tahun dan Bikin Pegi Jadi Tersangka
Berbekal pengakuan dari Sudirman ini, polisi menetapkan Pegi Setiawan (27) sebagai tersangka kasus Vina dan Eki.
POSBELITUNG.CO - Salah satu narapidana pembunuhan Vina Cirebon dan Eki adalah Sudirman.
Berbekal pengakuan dari Sudirman ini, polisi menetapkan Pegi Setiawan (27) sebagai tersangka kasus Vina dan Eki.
Sosok Sudirman adalah laki-laki yang mengalami keterbelakangan mental, pernah tiga kali tidak naik kelas, dan lulus SD saat berusia 17 tahun.
Terbaru, keluarga sangat sulit bertemu Sudirman setelah mengaku kenal Pegi Setiawan di kasus Vina Cirebon.
Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho sebelumnya mengungkap alasan polisi menetapkan Pegi Setiawan.
Karena ada terpidana kasus Vina yang mengenalinya.
Hal itu diungkap saat menunjukan foto Pegi Setiawan pada terpidana kasus Vina.
"Ini adalah foto Pegi tahun 2016, ini yang diambil penyidik ketika penggerebekan.
Di foto, ditunjukkan kepada pelaku, dan di-BAP," kata Irjen Sandi Nugroho.
"Dalam BAP menyebutkan bahwa ya ini Pegi," tambahnya.
Beny Indrayana mengungkap adiknya, Sudirman memang mengenal Pegi Setiawan.
Menurutnya Sudirman mengenal Pegi Setiawan saat sekolah SD.
Menurut Beny, Sudirman adalah siswa SD Pelandakan 2 di Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.
Sedangkan Pegi Setiawan murid SD Pelandakan 1.
"Tapi sekolahnya satu lingkungan. Mengenal (Pegi)," kata Beny Indrayana.
Namun begitu ia tak bisa memastikan Sudirman dan Pegi Setiawan teman satu angkatan atau bukan.
Pasalnya Sudirman sampai 4 kali tak naik kelas.
Bahkan ia lulus SD pun di usia 17 tahun.
"Kalau kelasnya kurang tahu karena Sudirman banyak gak naiknya," kata Beny Indrayana.
Sejak ditahan tahun 2016 silam beberapa waktu setelah Eki dan Vina tewas di Jembatan Talun Cirebon, keluarga sama sekali belum bertemu Sudirman.
"Belum, sama sekali," katanya.
Beny Indrayana dan ayah ibunya pun kini tak mengetahui keberadaan Sudirman.
"Tadinya bilang di Lapas Banceuy, terus sekarang bilangnya di Polda. Gak bisa ketemu Sudirman, sama yang lain bisa," katanya.
Beny Indrayana pun mengaku curiga dengan gelagat Sudirman setelah mengaku kenal Pegi Setiawan.
"Iya (jadi beda)," katanya.
Menurutnya Sudirman memiliki keterbelakangan mental yang membuatnya bisa mudah dipengaruhi.
"Kalau ditanya sama orang tua nyambung, misal a sama ini nurut, nanti sama yang lain a juga jadi nurut. Gampang dipengaruhin," kata Beny Indrayana.
Bahkan kini Beny Indrayana mendapat kabar Sudirman mencabut kuasa dari Titin Prialianti dengan iming-iming fasilitas nyaman dalam penjara.
Pengakuan sebelumnya
Satu lagi terpidana kasus Vina Cirebon membuat pengakuan.
Dia adalah Sudirman, yang divonis seumur hidup karena dituduh ikut membunuh Vina Cirebon dan Eki.
Namun Titin, Kuasa Hukum Sudirman membantah kliennya sebagai pelaku.
Pasalnya, pelaku dalam kondisi keterbelakangan mental.
Sudirman ditangkap polisi hanya berdasarkan keterangan saksi Dede dan Aep.
Saat ditangkap polisi, dia baru pulang dari rumah kakaknya.
"Sudirman baru pulang dari rumah kakaknya dan ditangkap saat hendak masuk ke gang rumahnya," kata Titin Prialianti, kuasa Hukum Sudirman, Senin (20/5/2024).
Menurut Titin, penangkapan ini bermula dari informasi dua warga, Dede dan Aep, yang mengaku melihat keributan di lokasi kejadian.
"Namun, Dede dan Aep tidak pernah dihadirkan dalam persidangan," ujarnya.
Adapun, Sudirman telah divonis seumur hidup dan kini sudah menjalani hukuman selama kurang lebih 8 tahun.
Selama ditahan, Sudirman rupanya sempat muntah darah akibat dianiaya lima terpidana lain.
"Awalnya saya sampai ribut, klien saya sampai muntah darah dipukul sama lima orang ini," kata Titin.
Padahal menurut Titin, kliennya merupakan seorang keterbelakangan mental.
"Padahal klien saya si Sudirman itu idiot pak. Pengakuan keluarganya," katanya.
Titin menekankan, Sudirman sama sekali tidak pernah menyentuh alkohol.
"Karena dia gak pernah, di warung keterangan saksi minum itu betul tapi kan jauh dari jalan raya, dia gak pernah minum dia selalu di masjid," katanya.
Menurutnya Sudirman juga sangat sulit untuk bicara.
"Susah banget diajak bicara," kata Titin.
Meski demikian, kini Sudirman dalam kondisi baik.
"Ya kabarnya (Sudirman) baik-baik saja," ujar ayah Sudirman, Suratno.
Ia menambahkan bahwa kunjungannya terakhir menemui anaknya dilakukan sebelum Lebaran Idul Fitri 2024.
"Terakhir nengokin Sudirman sebelum lebaran."
"Kondisinya waktu itu sehat-sehat saja. Nah setelah lebaran, belum nengokin lagi," ucapnya.
Suratno mengungkapkan, kendala materi sebagai alasan belum bisa menjenguk putra kelimanya kembali.
"Belum punya uang buat ongkosnya, ditambah harus bawa-bawaan kan kalau nengok itu, jadi harus bawa uang sama barang makanan gitu," jelas dia.
Dalam perjalanannya, kasus tersebut menjadi perbincangan hangat lantaran masih ada 3 pelaku yang belum tertangkap.
Namun belakangan mencuat, kedelapan terpidana ini, disebut merupakan korban salah tangkap dan beda kasus.
Tim kuasa hukum para terpidana pun menyampaikan kejanggalan-kejanggalan kasus tersebut, khususnya kejanggalan yang terjadi di fakta persidangan.
Salah satunya, penangkapan yang dilakukan terhadap Sudirman.
Penangkapan para kliennya ini, menurut Titin, bermula dari informasi dua warga, Dede dan Aep, yang mengaku melihat keributan di lokasi kejadian.
"Namun, Dede dan Aep tidak pernah dihadirkan dalam persidangan," ujarnya.
(tribunjabar.id/tribunbogor.com)
| Kabur ke Bogor dan Wonogiri, Pengasuh Ponpes Berhasil Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Ditegur Saat Merokok Sambil Nyetir, AKBP Saharudin Malah Ngeyel, Videonya Viral Lalu Minta Maaf |
|
|---|
| Biodata Brigjen Pol Purn Raziman Tarigan, Polisi Korban Tabrak Lari, Dulu Wakapolda Metro Jaya |
|
|---|
| Kronologi Detik-detik Brigjen Pol Purn Raziman Tarigan Tewas Ditabrak, Terduga Pelaku Melarikan Diri |
|
|---|
| Kepergok Selingkuh, Polisi dan Wanita ASN Digerebek Keluarga di Kontrakan, Diangkut Mobil Patwal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240526_pegi-polda-jabar.jpg)