Pos Belitung Hari Ini

Lada Bangka Belitung Berasal dari Banten, Arkeolog BRIN Ungkap Hasil Penelitian Soal Lada

Muatan itu adalah lada atau sahang yang sebelumnya dibawa kapal lain dari pedalaman Belitung Timur melalui Sungai Balok.

Tayang:
Editor: Novita
Dokumentasi Posbelitung.co
Pos Belitung Hari Ini edisi Kamis, 27 Juni 2024 

POSBELITUNG.CO, BANG KA - Pesisir pantai Belitung Timur kedatangan kapal layar berukuran besar. Kapal-kapal itu merupakan kapal dagang yang disambut muatan yang siap dibawa pesisir pantai tersebut.

Muatan itu adalah lada atau sahang yang sebelumnya dibawa kapal lain dari pedalaman Belitung Timur melalui Sungai Balok.

“Di pesisir itulah tempat dimana lebih banyak lagi pusat ladanya. Karena kalau orang-orang dari luar itu kan pasti mampirnya di pesisir, bukan ke pedalamannya. Jadi lada-lada dari pedalaman itu pasti disuplai ke kota,” ujar Sony Wibisono, Arkeolog sekaligus Peneliti Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kepada Bangka Pos Group belum lama ini.

Sony mengatakan, dari hasil penelitian yang pernah dia lakukan di Pulau Belitung, banyak sejarah yang berkaitan dengan lada Banten yang melakukan ekspansi ke berbagai wilayah.

Bahkan dia meyakini, lada di Belitung dan Bangka merupakan lada dari Banten yang melakukan ekspansi ke Pulau Sumatera.

“Jadi sama seperti yang di Lampung, lada Belitung ini dari hasil ekspansi Banten. Hipotesis saya seperti itu,” tegas Sony saat dikonfirmasi ulang pada Selasa (25/6/2024) kemarin.

Menurut Sony, penelitian tentang lada yang dilakukan pihaknya bermula di Banten. Dia mengaku sudah melakukan penelitian cukup banyak mengenai rempah-rempah yang ada di sana, terutama lada.

“Sejak abad ke-16 itu, Banten ini memang menjadi tujuan perdagangan karena bisa menyediakan lada,” katanya.

Dalam penelitian itu, dirinya menemukan sekitar 180-an kampung yang masih bisa dideteksi sebagai penyuplai lada untuk kota-kota yang ada di pesisir Pantai Banten.

Pada zaman dulu, raja-raja pada Kerajaan Banten memegang peran penting dalam perdagangan lada yang ada di sana.

Kemudian, dalam sejarah berikutnya, ada beberapa penemuan di Lampung seperti prasasti-prasasti yang ditulis pada abad ke-17.

Prasasti itu menyebutkan salah satu di antaranya tentang kekuasaan Banten yang melakukan ekspansi.

“Jadi rakyat-rakyatnya (di Lampung) disuruh untuk menanam lada. Berarti ada semacam pengaruh Banten yang mendorong tumbuhnya lada di Lampung,” ungkapnya.

Lebih lanjut, sebelum masa penjajahan Belanda ke Indonesia, seorang pangeran dari Banten meninggal dunia di Palembang. Ini yang kemudian menjadi petunjuk jika Banten juga memperluas ekspansinya hingga ke wilayah pedalaman-pedalaman Palembang.

Oleh karena itu, dua pulau yang berada di depan Palembang yakni Pulau Bangka dan Pulau Belitung dianggap memiliki peran yang sangat penting. Lanjut dia, dari hasil penelitiannya, daerah-daerah aliran sungai yang ada di Palembang juga sudah terkenal dengan ladanya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved