Pos Belitung Hari Ini
Lada Bangka Belitung Berasal dari Banten, Arkeolog BRIN Ungkap Hasil Penelitian Soal Lada
Muatan itu adalah lada atau sahang yang sebelumnya dibawa kapal lain dari pedalaman Belitung Timur melalui Sungai Balok.
POSBELITUNG.CO, BANG KA - Pesisir pantai Belitung Timur kedatangan kapal layar berukuran besar. Kapal-kapal itu merupakan kapal dagang yang disambut muatan yang siap dibawa pesisir pantai tersebut.
Muatan itu adalah lada atau sahang yang sebelumnya dibawa kapal lain dari pedalaman Belitung Timur melalui Sungai Balok.
“Di pesisir itulah tempat dimana lebih banyak lagi pusat ladanya. Karena kalau orang-orang dari luar itu kan pasti mampirnya di pesisir, bukan ke pedalamannya. Jadi lada-lada dari pedalaman itu pasti disuplai ke kota,” ujar Sony Wibisono, Arkeolog sekaligus Peneliti Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kepada Bangka Pos Group belum lama ini.
Sony mengatakan, dari hasil penelitian yang pernah dia lakukan di Pulau Belitung, banyak sejarah yang berkaitan dengan lada Banten yang melakukan ekspansi ke berbagai wilayah.
Bahkan dia meyakini, lada di Belitung dan Bangka merupakan lada dari Banten yang melakukan ekspansi ke Pulau Sumatera.
“Jadi sama seperti yang di Lampung, lada Belitung ini dari hasil ekspansi Banten. Hipotesis saya seperti itu,” tegas Sony saat dikonfirmasi ulang pada Selasa (25/6/2024) kemarin.
Menurut Sony, penelitian tentang lada yang dilakukan pihaknya bermula di Banten. Dia mengaku sudah melakukan penelitian cukup banyak mengenai rempah-rempah yang ada di sana, terutama lada.
“Sejak abad ke-16 itu, Banten ini memang menjadi tujuan perdagangan karena bisa menyediakan lada,” katanya.
Dalam penelitian itu, dirinya menemukan sekitar 180-an kampung yang masih bisa dideteksi sebagai penyuplai lada untuk kota-kota yang ada di pesisir Pantai Banten.
Pada zaman dulu, raja-raja pada Kerajaan Banten memegang peran penting dalam perdagangan lada yang ada di sana.
Kemudian, dalam sejarah berikutnya, ada beberapa penemuan di Lampung seperti prasasti-prasasti yang ditulis pada abad ke-17.
Prasasti itu menyebutkan salah satu di antaranya tentang kekuasaan Banten yang melakukan ekspansi.
“Jadi rakyat-rakyatnya (di Lampung) disuruh untuk menanam lada. Berarti ada semacam pengaruh Banten yang mendorong tumbuhnya lada di Lampung,” ungkapnya.
Lebih lanjut, sebelum masa penjajahan Belanda ke Indonesia, seorang pangeran dari Banten meninggal dunia di Palembang. Ini yang kemudian menjadi petunjuk jika Banten juga memperluas ekspansinya hingga ke wilayah pedalaman-pedalaman Palembang.
Oleh karena itu, dua pulau yang berada di depan Palembang yakni Pulau Bangka dan Pulau Belitung dianggap memiliki peran yang sangat penting. Lanjut dia, dari hasil penelitiannya, daerah-daerah aliran sungai yang ada di Palembang juga sudah terkenal dengan ladanya.
Pos Belitung Hari Ini
Posbelitung.co
lada
Belitung
Bangkai
Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Banten
| Kondisi Korban Perundungan di Pesantren Bangka Membaik, Hasil CT Scan Ditemukan Luka pada Limpa |
|
|---|
| Santri Ponpes di Bangka Dianiaya Senior hingga Alami Sesak Nafas Baru Dibawa ke Rumah Sakit |
|
|---|
| Kades Jada Bahrin Menyerah, Tak Sunggup Tertibkan 500 Tambang Ilegal Pilih Mundur dari Jabatan |
|
|---|
| Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Menumbing 2026, Personel Diminta Sigap Amankan Mudik |
|
|---|
| Stok BBM dan LPG di Bangka Belitung hingga Lebaran Aman, Masyarakat Diminta Jangan Panik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20240627-Pos-Belitung-Hari-Ini-edisi-Kamis-27-Juni-2024.jpg)