Berita Belitung

Rekonstruksi Pembunuhan Gudet di Kampung Bugis Belitung Ricuh, Anak Korban Serang Tersangka

Saat tersangka memeragakan adegan ke-7, anak korban yang menyaksikan proses rekonstruksi merangsek dan menyerang tersangka.

Tayang:
Penulis: Suhendri CC | Editor: Alza
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
REKONSTRUKSI - Kepolisian Resor Belitung, Rabu (31/7/2024), menggelar rekonstruksi atau reka ulang adegan penusukan yang menyebabkan Dedi Irawan alias Gudet meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Rekonstruksi atau reka ulang adegan penusukan yang menyebabkan Dedi Irawan alias Gudet meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit, mengalami kericuhan, Rabu (31/7/2024).

Dalam rekonstruksi penusukan yang terjadi di Kampung Bugis, Desa Tanjung Binga, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung tersebut, Kepolisian Resor Belitung menghadirkan tersangka Aldi.

Total ada 10 adegan yang diperagakan oleh Aldi.

"Rekonstruksi tadi ada 10 adegan yang dilakukan tersangka dengan peran pengganti korban," kata Kepala Unit Pidum Satreskrim Polres Belitung, Aiptu Romansa Adam, didampingi Penyidik Pembantu Bripka Simanjuntak.

Saat tersangka memeragakan adegan ke-7, anak korban yang menyaksikan proses rekonstruksi merangsek dan menyerang tersangka.

Situasi pun sempat ricuh hingga pihak kepolisian segera mengamankan tersangka.

Saat situasi terkendali, barulah proses rekonstruksi dilakukan kembali tanpa kehadiran tersangka Aldi.

Diberitakan sebelumnya, penusukan tersebut bermula ketika Aldi datang ke area gudang di Desa Tanjung Binga untuk ikut nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola pada Selasa (25/6/2024) dini hari.

Setibanya di lokasi kejadian, Aldi yang berusia 21 tahun melihat Gudet dan langsung tersulut emosi.

Sebab, keduanya sempat terlibat masalah sehingga Aldi diduga masih menyimpan dendam.

Adapun dalam rekonstruksi, tersangka juga memeragakan adegan saat terjatuh di depan gudang Dimas, korban sempat mencekik dan berusaha menahan pisau badik yang dipegang tersangka.

Namun, tersangka berhasil melepaskan pegangan tangan tersebut dan mencoba menusuk korban secara tidak terarah dan mengenai bagian dada korban.

Korban sempat berlari menuju jalan aspal.

Saat korban terbaring di jalan aspal, tersangka mencoba memukul korban.

Korban mencoba melindungi diri dengan mencolok mata kanan tersangka.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved